Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara

Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara
Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara

Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara

Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara
Yasinan dan Doa Bersama Demi Keberlangsungan Kampus AKKES Aceh Utara

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Kesehatan Aceh Utara mengadakan acara Yasinan

dan Doa bersama di halaman kampus tersebut, Kamis 27 April 2017. Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut atas keputusan Pemerintah Aceh Utara mengalihfungsikan Akademi Kesehatan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan.

Koordinator aksi Ulul Azmi yang juga mantan ketua BEM Akademi Kesehatan mengatakan, kegiatan berupa Yasinan dan Doa Bersama dilakukan agar Pemerintah Aceh Utara terbuka hatinya untuk mengkaji ulang keputusan mengalihfungsikan kampus tersebut menjadi UPTD.

“Segala cara telah kami lalukan mulai demonstrasi hingga galang koin, hari ini kami mengadakan Yasinan

dan Doa bersama agar Allah membuka mata hati nurani pemimpin kita untuk mengkaji ulang keputusan yang kami anggap tidak pro terhadap pendidikan di Aceh Utara,” ujar Azmi.

Menurutnya, mahasiswa tidak akan lelah mengadakan berbagai aksi menuntut keberlangsungan Akademi Kesehatan sebagai institusi pendidikan tetap berdiri kokoh di negeri Pase demi keberlangsungan pendidikan untuk generasi Aceh Utara kedepan.

“Sungguh disayangkan, kami tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Aceh Utara kelak kalau institusi

pendidikan saja harus ditutup, kami akan tetap memperjuangkan tuntutan kami yaitu merger dengan Kemenristekdikti atau Kemenkes,” Imbuh Azmi yang juga pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Keperawatan Aceh (ILMAKA).

Ia menambahkan, pada acara Yasinan dan Doa Bersama tersebut dipimpin oleh Ustadz Abdurrahman dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara. MPU sendiri juga turut bersuara agar Akademi Kesehatan Pemerintah Aceh Utara tidak ditutup atau dialihfungsikan menjadi UPTD.

Azmi juga berharap agar Pemerintah Aceh Utara mendengar keinginan mahasiswa agar proses belajar mengajar dikampus tersebut berlangsung sebagimana mestinya dan Pemerintah Aceh Utara mengabulkan permintaan mahasiswa untuk memilih opsi merger dengan Kemenristekdikti atau Kemenkes supaya kelak Akademi Kesehatan Aceh Utara tidak hanya tinggal nama di negeri Petrodolar.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-demokrasi/