Ternyata, Awalnya Kopi itu Makanan Kambing

Ternyata, Awalnya Kopi itu Makanan Kambing

Pernakah terbersit di dalam benak anda, bagaimana mulanya biji ini ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat?. Ternyata anda para penggemar kopi, perlu berterima kasih kepada seekor kambing dan pengembalanya bernama Khaldi, karena berkat mereka anda dan manusia di dunia dapat nikmati kopi yang luar biasa nikmat.
Mengapa saya katakan penggemar kopi perlu berterima kasih kepada seekor kambing?, ini berasal berasal dari sebuah kisah di area Etiopia, Afrika Timur, yang konon kisah biji kopi dimulai. Dikisahkan hiduplah seorang gembala kambing bernama Khaldi, Kaldi dikenal sebagai penggembala yang baik dan terlalu bertanggung jawab pada hewan yang diurusnya. Suatu hari, kambing-kambing tersebut tidak pulang dan Kaldi pun mencarinya. Ketika ditemukan, Kaldi menyaksikan tingkah laku aneh diperlihatkan oleh kambing-kambingnya, berloncatan riang gembira, layaknya sedang mabuk.

Tentu saja Kaldi heran dan mencari mengetahui apa gerangan yang mengakibatkan kambing-kambing itu “menari-nari”? Kaldi kemudian tertarik oleh sekumpulan biji-biji berwarna merah mengilap yang tersedia di semak-semak dan dimakan oleh kambing-kambingnya. Dengan rasa menginginkan tahu, Kaldi pun coba memakan biji-biji tersebut. Sungguh ajaib, sebagian saat kemudian sang penggembala kambing itu menari-nari dengan riang, serupa layaknya tingkah laku kambing-kambingnya.

Saat itu lewatlah seorang pria terpelajar asal kota, pria bernama Aucuba itu menjadi mengantuk, lelah, dan lapar. Aucuba kebetulan menyaksikan “aksi gila” Kaldi dan kambing-kambingnya. Saking laparnya, Aucuba pun coba makan biji merah yang dimakan Kaldi. Tak berapa lama, Aucuba menjadi tubuhnya menjadi segar, tenaganya pulih, rasa mengantuknya hilang, dan siap melanjutkan perjalanannya. Ia pun membawa sebagian biji merah ke kota dan mencampurnya dengan makanan lain. Ia juga menggunakan biji merah itu sebagai bahan pencampur bagi minuman para biarawan supaya dapat selamanya terjaga sepanjang berdoa. Ia juga menyebarkan biji-biji merah yang ajaib itu ke kota dan biara lain. Aucuba pun menjadi orang kaya. Sedangkan, kisah Kaldi dengan kambing-kambingnya tak tersedia kelanjutannya.

Buah kopi tersebut kemudian dibawa berasal dari Ethiopia ke semenanjung Arab pada abad 15 dan dibudidayakan untuk pertama kalinya di area Yaman. Dari sana, kopi menjadi menyebar ke Turki, dimana biji kopi menjadi dipanggang langsung di atas api. Biji kopi yang telah dipanggang itu kemudian dihaluskan dengan langkah digiling lalu di rebus di dalam air. Ini menghasilkan minuman kopi asli layaknya yang kita nikmati sekarang.

Ada masa-masa di mana kopi menjadi product yang kehadirannya “diharamkan”. Pada tahun 1511, karena pengaruh rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan ortodoks di majelis keagamaan di Mekah, Arab Saudi. Akan tetapi, karena popularitas minuman ini, larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I berasal dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan.

pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Seabad kemudian, tepatnya pada tahun 1656, Wazir Kerajaan Usmaniyah mengeluarkan larangan untuk terhubung kedai-kedai kopi. Bukan cuma melarang kopi, melainkan menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama.

Kopi pertama kali berkunjung di daratan Eropa lewat jalan perdagangan internasional. Begitu hingga di Eropa, minuman baru ini juga memperoleh kritikan tajam berasal dari gereja Katolik. Banyak orang berpendapat bahwa mestinya Paus melarang minuman ini, dan menyebutkan sebagai ‘minuman setan’, tapi pada akhirnya Paus tidak mempermasalahkan minuman ini.

Maka saat itu dengan langsung banyak kedai kopi bermunculan di segala penjuru Eropa, yang kemudian menjadi area berkumpul para cendekiawan. Banyak cendekiawan di Eropa menggunakan minuman ini sebagai salah satu langkah untuk tingkatkan energi pikir dan kreatifitas mereka.

Pada tahun 1700-an, kopi hingga di daratan Amerika, atas jasa seorang kapten infantri Perancis yang membawa satu tanaman kopi di dalam perjalananya menyeberangi lautan Atlantik. Inilah awal kisah perjalanan biji dan tanaman kopi sebelum pada akhirnya meyebar ke semua Amerika Tengah dan Selatan. Dalam perkembangannya, pada 1982 diciptakannya mesin kopi pertama di Perancis, lalu ditambah oleh bangsa Italia, kemudian bangsa Italia memproses massal mesin-mesin kopi tersebut. Dengan diciptakannya mesin ini, maka gerai kopipun menjadi bermunculan, yup..seperti yang kita kenal saat ini tersedia Starbucks, Coffee Bean, Black Canyon, dll.

Baca Juga :