Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar

Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka BakarTerapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar
Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar

Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar

Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka BakarTerapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar
Terapi Transdermal Delivery Nanoethosomal Daun Ashitaba untuk Penyembuhan Luka Bakar

Luka bakar merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan ditandai cedera pada kulit atau kerusakan jaringan lainnya. Luka bakar dapat disebabkan karena kontak dengan panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan atau kontak dengan bahan kimia dengan tingkat prevalensi 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Berdasarkan World Health Organization (2018) menyatakan bahwa terdapat 265.000 kematian yang terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia akibat luka bakar.Sedangkan Indonesia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), luka bakar menyebabkan sekitar 195.000 jiwa meninggaI di setiap tahun.

Melihat Fenomena itu, mahasiswa Fakultas Kedookteran Hewan (FKH) dengan mahasiswa Fakultas Farmasi

(FF) Universitas Airlangga melakukan kolaborasi penelitian. Ialah Akhmad Afifudin Al-Anshori mahasiswa FKH angkatan 2016, Muhamad Kharis Suhud mahasiswa FKH angkatan 2017, dan Alif Noviana Ismi mahasiswa FF angkatan 2016. Kolaborasi ketiganya sangat baik, sehingga dapat menemukan terapi transdermal delivery dari daun ashitaba (angelica keiskei) dalam bentuk sediaan “nanoethosomal gel” untuk penyembuhan luka bakar.

Mengenai hasil penelitian tersebut, Afif salah satu tim menjelaskan bahwa gagasan yang mereka susun dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul “Nano Ethosomal Gel Daun Angelica keiskeiSebagai Transdermal Delivery Kesembuhan Luka Bakar”. Dibawah bimbingan Dr. Lilik Maslachah., M.Kes.,drh., proposal itu berhasil lolos seleksi DIKTI, sehingga berhak atas dana hibah penelitian dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2018-2019.

Afif juga mengatakan bahwa alasan memilih ashitaba, dikarenakan tanaman tersebut

merupakan salah satu tanaman yang mempunyai potensi besar sebagai obat tradisional. Hampir seluruh bagian dari tanaman ashitaba, lanjutnya, secara empiris telah digunakan masyarakat sekitar perkebunan ashitaba yang terletak di Desa Ketapanrame, Trawas, Kabupaten Mojokerto.

“Penggunaanya untuk beberapa penyakit misalnya antihipertensi, antidiabetes, dan menurunkan kholestrol,” ujar Afif selaku ketua tim peneliti.

Lebih lanjut, Afif juga menjelaskan bagian daun ashitaba mengandung zat flafonoid, tanin, t

riterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan dibandingkan bagian yang lain. Kandungan senyawa itu, tambahnya, mampu membantu memperbaiki kerusakan sel akibat induksi luka bakar.

Tidak hanya itu, jelasnya, antioksidan dari daun ashitaba mampu memicu produksi kolagen dan peningkatan Vascular Endothelial Growth Factor(VEGF). Aktivitas antiinflamasi terjadi dengan cara mengurangi gejala inflamasi seperti sakit, ke merahan, dan bengkak.

 

Sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=733e5ae0-fdb0-4a5e-8203-a8835054b9ee