Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif

Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif
Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif

Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif

Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif
Tanamlah Masa Muda Dengan Hal Positif

Semua orang sukses, telah menanam kesuksesannya sedari muda. Mereka melakukan hal-hal dengan nilai yang positif sedari kecil. Sehingga pada saatnya peluang untuk sukses telah tiba, mereka sudah matang, siap untuk mengambil peluang tersebut dan memetik hasilnya. Hasil luar biasa yang mereka peroleh, tidak didapat dengan instan begitu saja, tetapi dipupuk secara bertahap dan konsisten.

Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa membuktikan eksistensi, masa mencari perhatian dan masa penuh semangat dan bergairah. Dengan keunggulan dan kelebihan pada usia muda seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh dan tekad yang kuat, maka dalam Islam, masa muda akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus.

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”  (HR. At-Tirmidzi, Ash-Shahihah no. 946)

Usia akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, akan tetapi selanjutnya, masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda adalah generasi penerus.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu berkata, “Para pemuda pada setiap umat mana pun, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Pemuda mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus menerus. Tidak akan bangkit suatu umat umumnya kecuali ada kepedulian dan sumbangsih para pemuda dan semangat menggelora.”

Sangat luar biasa jika seorang pemuda dengan berbagai macam godaan dunia, mereka tetap teguh beragama dan istiqamah. Padahal pemuda masih cenderung terhadap dunia serta memiliki kemampuan dan semangat untuk meraihnya. Oleh karena itu pemuda seperti ini mendapat naungan Allah di hari yang sangat susah pada kiamat kelak.

Dalam sebuah hadist, HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031 disebutkan ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya. Salah satu golongan itu adalah “Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah”.

Hendaknya para pemuda mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif atau mencari-cari kegiatan positif. Misalnya menghadiri majelis ilmu, menghapalkan Al-Quran dan sunnah, membuat kegiatan sosial dan lain-lainnya.

Tidak lupa juga segera mencari teman yang baik, teman bergaul yang baik. Karena ini akan menjadi faktor penentu kesuksesan hidup. Potensi dan karakter diri akan dibangun bersama lingkungan dimana diri terbentuk. Berteman dengan orang baik akan menjadikan diri baik, sebaliknya berteman dengan orang tidak baik akan membuat diri menjadi tidak baik.

Masa muda tak dapat dipungkiri merupakan masa yang sangat labil serta mudah terpengaruh dan terhasut oleh lingkungan dan pertemanan. Salah satu penyebab kerusakan pemuda adalah kekosongan waktu alias tidak ada kegiatan yang bernilai positif. Jika tidak diisi dengan kegiatan positif, maka akan diisi dengan kegiatan negatif.

Ketika pemuda mengalami kekosongan waktu (kosong dari kegiatan positif), maka mereka mulai mencari-cari kegiatan atau mengisinya dengan kegiatan yang paling minimal sia-sia dan kurang bermanfaat seperti nongkrong-nongkrong tidak jelas. Belum lagi ada yang merasa kurang perhatian baik dari keluarga dan temannya, maka ia akan melakukan hal-hal yang aneh, ajaib bahkan vulgar agar tetap eksis dan merasa keren dan hebat. Walaupun kenyataannya, justru kampungan dan pecundang.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”  Inilah kaidah kehidupan, bahwa jika kita tidak mengisi kehidupan dengan kegiatan positif, kita tidak mencari kegiatan positif, maka pasti akan terisi dengan kegiatan yang negatif atau minimal sia-sia dan kurang bermanfaat. Apalagi bagi seorang pemuda yang jiwanya masih bergelora.

Akhir kata, selamat hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober nanti, Semoga Allah menjaga pemuda muslim dan muslimah. Semoga kesuksesan menghampiri kalian segera, dalam usia yang masih muda. Aamiin ya Rab..

Baca Juga :