Tahapan Perkembangan Keterampilan Motorik Anak

Tahapan Perkembangan Keterampilan Motorik Anak

Table of Contents

Usia 0-2 tahun

Gaby yang berusia enam bulan mendeguk ketika ia berbaring dan kakinya menendang-nendang. Gurunya duduk di karpet dan menawarkan mainan yang menarik. Gaby mendorong dengan lengannya dan mengusung kepalanya guna melihatnya dengan baik. Dengan berani, Gaby menumpukan berat badannya ke satu tangan, meraih mainan itu, dan memegangnya selama sejumlah saat. Namun yang membuatnya terkejut, dia kehilangan keseimbangannya dan berguling dengan punggungnya. Dengan cepat ia menemukan kembali ketenangan dan berpikir, “Wah, saya masih punya mainan!”

Bayi yang menghabiskan tidak sedikit waktu di lantai dengan berbaring telentang atau tengkurap membantunya mengembangkan koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan otot sekitar bulan-bulan kesatunya. Dan setelah sejumlah minggu fokus dan pelajaran terfokus, seorang bayi bakal dapat meraih dan menciduk benda-benda, menyokong berat badannya di lengannya, dan berguling.

Bergerak bersama!

Daya penggerak mulai menginjak kehidupan bayi saat dia mulai berputar memakai perutnya dan merayap dengan teknik menarik dirinya ke depan memakai lengan. Seorang bayi bukan lagi bergantung pada orang lain guna mengubah tempat atau posisinya. Dia dapat membuat opsi dalam penjelajahannya dan bergerak mengarah ke objek yang unik baginya. Dia pun dapat berkomunikasi dengan bergerak mengarah ke hal-hal yang dia mau atau butuhkan.

Duduk dan Mencapai

Lola, yang berusia delapan bulan, duduk di atas permadani, meneliti mainan berwarna-warni yang sedang di luar jangkauannya. Dia membungkuk, memungut mainan, dan mengguncangnya dengan gembira! Otot punggung Lola sudah berkembang lumayan baginya guna mempunyai stabilitas ketika duduk. Sekarang dia dapat mengganti berat badannya, menggapai semua tubuhnya dan menggenggam suatu objek. Segera dia bakal mendorong dirinya ke depan dengan tangan dan lututnya.

Berdiri dan Menjelajah

Skylar yang berusia setahun duduk di atas permadani seraya sibuk mengasingkan manik-manik. Ia menyaksikan temannya sedang bercengkerama dengan gurunya di sofa. Karena hendak bergabung, ia meraih sofa itu lalu mendorong badannya guna berdiri dan mencari pinggir sofa untuk mendekat temannya. Ketika ia mulai berdiri tanpa pegangan, kekuatan dan kontrol di punggung dan otot kakinya meningkat. Selanjutnya, ia bakal mendorong kursi kayu kecil atau mainan yang kokoh di ruangan. Dan akhirnya, dia bakal mengambil tahapan kesatunya.

Jalan Kaki tersebut Hebat!

Ini adalahperubahan yang mengharukan jika seorang balita mulai berlangsung sendiri. Dia cepat bergerak dari objek ke objek, energik untuk menjelajahi dunia! Namun dia pun perlu tahu bahwa orang dewasa yang peduli berada dekat dengannya guna memberikan desakan dan keamanan.

Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan jasmani memainkan peran kunci. Harus terdapat ruang terbuka sampai-sampai bayi bisa berguling dan bayi yang dapat berjalan lebih mula dapat berlangsung perlahan tanpa menabrak benda apapun. Tiga atau empat tahapan di atas karpet dan tidak banyak kemiringan dapat menolong mereka mengetahui hubungan spasial dan bagaimana bergerak ke atas dan ke bawah. Kursi yang kokoh dengan lengan menolong balita belajar teknik masuk dan terbit dari posisi duduk.

Apa yang Dapat kita Lakukan

Mainkan game memburu untuk mendorong gerakan.
Sediakan musik lembut guna mendorong memperhatikan dan bergerak.
Buat kursus rintangan balita dengan bantal atau keranjang, kemudian sang anak mesti berjalan melalui rintangan tersebut.

Usia 3-4 Tahun

Steve dan Todd, 4 tahun dan dua-duanya bersahabat baik, dengan hendak sekali mengambil bola, lantas dengan cepat menyiapkan dua traffic cone untuk membuat gawang. Pada awalnya, mereka bergantian berlari dengan cepat dan menendang bola ke depan mengarah ke gawang. Kemudian mereka berlatih menghentikan bola dengan kaki mereka dan meneruskannya maju-mundur sebelum membidik gol lagi. Mereka bersorak kencang masing-masing kali mereka mencetak gol. Setelah menyaksikan pertandingan anak laki-laki yang lebih tua, Natalie yang berusia 3 tahun menyimpulkan untuk mengupayakan sepak bola juga. Dia dengan senang hati menendang bola ke arah gawang dan tertawa dan melompat di dekat bola saat berhenti.

Sumber : https://transtats.bts.gov/exit.asp?url=https://www.pelajaran.co.id