Sampling Kuota

Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang di inginkan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam unsur Ijin Mendirikan Bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang ditentukan.

Sampling Insidental

Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan  sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Misalnya memawancarai oerang yang kebetulan dijumpai di terminal.

  1. Sampling Purposive

Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif atau penelitian yang tidak melakukan generalisasi.

  1. Sampling Jenuh

Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi bisa dijadikan sampel.

  1. Snowball Sampling

Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih 1 atau 2 orang, tetapi karena dengan 2 orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh 2 orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan teknik Purposive dan Snowball.

2.3  BESARNYA SAMPEL PENELITIAN

Semakin banyak jumlah sampel penelitian yang diambil akan semakin  representatif, artinya akan semakin mendekati populasi target data yang diperoleh peneliti. Namun, apabila populasi penelitiannya  homogen sempurna maka besar kecilnya sampel tidak ada dampaknya.

Semakin ciri-ciri populasi penelitian dimasukan ke dalam sampel penelitian, maka akan semakin representatif sampel penelitian yang akan dikerjakan. Misalnya, untuk menentukan sampel dari suatu kelas, dicirikan para siswa dari variabel IQ nya, tingkat sosial ekonomi orang tua siswa, tingkat prestasinya, jenis kelamin siswa,dst. Adapun rumus matematika yang sering deterapkan, sebagaimana yang diungkapkan oleh John. B Williamson (1982) yaitu:

Jika diketahui terdapat 3 proporsi populasi penelitian, dan tidak dijumpai proporsi tersebut maka sering pula jumlah sampel ditentukan oleh presentase (%) seluruh jumlah populasi target penelitian.

Ada pula diantara peneliti yang menerapkan cara- cara praktis untuk menentukan jumlah sampel penelitian, yang sangat berbeda dengan rumus matematika di atas.

Sumber: https://ngegas.com/tactics-squad-apk/