Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi

Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi
Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi

Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi

Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi
Rembuk Nasional Rekomendasikan Domain Privat untuk Instansi

PENGGUNA jejaring siber, anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa jejak digital di dunia maya terekam selamanya. Kecerdasan dan literasi berkegiatan di dunia digital itu menjadi salah satu tantangan penting dalam ketahanan siber di Indonesia.

“Ketahanan itu dipengaruhi dua faktor, pertama, infrastruktur dan teknologi yang mumpuni. Kedua, kesadaran pada keamanan dunia siber, termasuk literasi digital,” ujar pakar teknologi informasi Eko Indrajit dalam Badan Rembuk #12 Rembuk Nasional 2017 di Pusat Niaga JIEXPO, Jakarta, Senin (23/10).

Faizal Djoemadi, perwakilan dari Telekomunikasi Indonesia Internasional juga menekankan pentingnya faktor kultural atau kesadaran akan konten dan keamanan dunia siber.

“Indonesia memang masih perlu meng-upgrade infrastruktur dan teknologi, tapi layer fisik dan logika software ini bisa dibeli. Yang paling penting itu kulturnya,” kata Faizal.

Faizal menuturkan, Indonesia masih bercokol di posisi 70 dari 193 negara

dalam urusan strategi kejahatan siber. Data itu harus diantisipasi dengan memastikan keamanan informasi di lingkungan pemerintahan, baik pusat ataupun daerah.

Alarm senada diungkapkan pembicara dari Lembaga Sandi dan Siber Negara

, Lukmanul Hakim. Ia mencatat, 65% Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menggunakan email dengan domain publik.

“Ini kan berbahaya kalau yang dikirim dokumen dokumen penting,” kata Lukman.

Untuk itu, Lukman menyarankan, pemerintah perlu memiliki domain privat

untuk seluruh lembaga pemerintah baik pusat ataupun daerah. Hal ini juga ditegaskan Eko, hambatan yang dihadapi adalah biaya yang cukup besar.

 

Baca Juga :