Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat

Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat
Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat

Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat

Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat
Rektor IAIN Madura Bertekad Kampanyekan Islam Moderat

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim bertekad untuk selalu menggaungkan Islam yang ramah alias Islam

moderat di tengah maraknya isu ekstrimisme maupun radikalisme yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam program International Conference on Islamic Studies (ICONIS), yang digagas lembaga pendidikan yang dipimpinnya dan digelar di Auditorium IAIN Madura di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Sabtu (2/11/2019).

Dalam forum ilmiah yang membahas tema ‘Moderasi Islam di Indonesia’, ia menyampaikan pentingnya menjaga persatuan demi kedaulatan NKRI khususnya memasuki era 4.0 atau yang lebih akrab disebut dengan era disrupsi. “Melalui forum ini, kami berupaya mengkampanyekan Islam moderat di tengah maraknya isu ekstrimisme dan radikalisme,” kata Mohammad Kosim.

“Sebab pada era disrupsi seperti saat ini, sejumlah paham yang bertentangan dengan Pancasila

sangat mudah mengalir dan merasuki pola pikir masyarakat Indonesia. Bahkan hadirnya internet juga memberikan kesempatan tak terbatas untuk mengakses berbagai informasi,” ungkapnya.
Baca Juga:

MABA IAIN Madura 2019 Tercatat 2.190 Mahasiswa
Pentingnya Mendeskripsikan Nilai Toleransi di Indonesia
Rektor IAIN Madura Instruksikan ‘Sarungan’ di HSN 2019
MABA IAIN Madura Diminta Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

Dari itu pihaknya menegaskan jika perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menjadi benteng sekaligus

mengatur strategi untuk melawan paham radikalisme. “Tentunya tidak hanya hanya perguruan tinggi, tetapi juga bersama semua elemen masyarakat untuk melawan paham radikalisme,” tegasnya.

“Seperti diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara plural dengan aneka budaya dan suku berbeda, termasuk juga dalam aspek agama. Sehingga kita harus membangun Islam moderat, sekaligus menjunjung tinggi prinsip Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Sebab keragaman dalam beragama merupakan keniscayaan yang tidak mungkin dihilangkan, jadi menolak keberagaman sama halnya dengan menolak takdir,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berharap orang beragama agar selalu mengedepankan paham agama yang sejuk, sekaligus menghindari berbagai jenis persoalan yang dapat memecahkan kedaulatan NKRI. “Mari kita bersama membangun narasi yang dapat menguatkan persatuan bangsa, misi agama adalah Rahmatan lil ‘Alamin. Sehingga semua bentuk permusuhan tidak mendapat tempat dalam Islam,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 65 penulis yang dinyatakan lolos seleksi dari total sebanyak 145 pendaftar yang didominasi para dosen dari berbagai perguruan tinggi, ikut serta dalam kegiatan yang digelar selama dua hari kedepan. Terhitung mulai hari ini hingga Minggu (3/11/2019) besok

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/8