Pengertian E-learning

Pengertian E-learning
Pengertian E-learning

Table of Contents

Pengertian E-learning

Pengertian E-learning
Pengertian E-learning
Dalam buku Strategi Belajar Mengajar yang ditulis oleh Drs. Hamdani, MA, dikemukakan berbagai pengertian e-learning antara lain:
  • E-learning merupakan suatu jenis belajar yang memungkinkan tersampaikannya  bahan ajar kepada siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2011).
  • E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun komputer standalone (LearnFrame.com, 2001).
  • E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau websites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda (Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi atau komputer atau internet termasuk ke dalam e-learning. Sebenarnya konten e-learning dapat didistribusikan secara on-line maupun off-line. Secara on-line dengan menggunakan media internet sehingga memiliki jangkauan yang luas, melayani pembelajaran jarak jauh (distance learning), dan bisa tidak berbatas waktu. Sedangkan ssecara off-line, siswa menggunakan CD/DVD yang interaktif dalam pembelajaran.
Pembelajaran dengan konsep e-learning bagi saya merupakan sebuah revolusi pembelajaran modern. Apapun materi pelajaran dapat dibuat dan disampaikan dengan e-learning melalui berbagai cara on-line maupun off-line. Dukungan simulasi materi, video atau film, media pembelajaran, lagu atau suara, soal interaktif, e-book, media sosial untuk berinteraksi langsung seperti email, skype, facebook, twitter, dan sebagainya menjadikan pembelajaran menjadi lebih mudah, interaktif, dan sesuai dengan realita (baik realitas ilmu maupun realitas sosial masyarakat).
Sebagai sebuah revolusi pembelajaran, guru, termasuk saya, dituntut penguasaan teknologi informasi seperti komputer, internet, dan program aplikasi yang sesuai. Saya yakin kalau guru tidak segera menguasai ini, maka akan ketinggalan dari siswanya. Saya teringat salam tiga jarinya Prof. Dr. Suhartono dari UGM ketika menjadi pembicara Seminar Nasional Mengembangkan Spirit Nasionalisme Melalui Momentum Peringatan Hari Pahlawan di UNDIP Semarang, 2 Desember 2013, yang menyatakan untuk menjadi bangsa yang bisa atau mampu mandiri maka ada tiga cara, yaitu BISA karena TERPAKSA/DIPAKSABISAkarena BIASA, dan BISA karena BELAJAR. Kita tinggal pilih mau BISA karena yang mana.

Tanpa adanya media internet dan e-learning, saya sebagai guru mungkin akan meneruskan tradisi papan tulis hitam putih. Datang ke kelas membawa buku, kapur, dan spidol, kemudian bercerita dan memberi soal. Ritualitas selama setahun tidak akan berbeda jauh. Dan saya yakin, banyak murid saya yang bosan bin malas namun takut bersuara karena berada di pihak yang kalah ingin mendapat nilai baik. Guru yang hebat adalah dambaan setiap siswa yaitu guru yang mengajar secara luar biasa dan memberi inspirasi. Ia tidak takut mencoba sesuatu yang baru untuk kemajuan pembelajaran.

Perubahan teknologi informasi dan internet sangat cepat sehingga menciptakan sebuah tempat tanpa berbatas (borderless world). Demikian juga pembelajaran menjadi sangat menarik dan inovatif apabila digabungkan atau dilandasi dengan e-learning. Berikut merupakan contoh penerapan e-learning di abad 22: