Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD

Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD
Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD

Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD

Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD
Pemkab Bojonegoro Diminta Cekatan Atasi Ancaman DBD

Kondisi peralihan musim dari kemarau ke musim hujan perlu diwaspadai oleh warga dan para pemangku kebijakan.

Salah satunya terkait ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Salah satu pegiat SPEAK (Suara Perempuan Penggerak Komunitas) Bojonegoro, Ria Marnita mengatakan, kasus DBD di Bojonegoro masih sangat tinggi, utamanya saat musim hujan tiba.

“Pada tahun 2018 ada sekitar 589 kasus. Meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya ada 278 kasus,” kata Ria Marnita, Selasa (5/11/2019).

Perempuan yang pernah jadi Presiden BEM IAI Sunan Giri Bojonegoro ini menambahkan, berdasarkan data BPS yang ia analisis menunjukkan, bahwa di tahun 2018, empat kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah kasus DBD tertinggi.

Diantaranya Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Sumberrejo, dan Kecamatan Padangan. “Dengan datangnya musim hujan ini, maka warga perlu waspada dengan menjaga lingkungan dari potensi yang menyebabkan DBD,” imbaunya.

Anggota SPEAK Bojonegoro yang lain, Lilis Aprilliati menambahkan agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro

cekatan membaca dan mengatasi ancaman DBD ini. Pemkab, lanjut perempuan yang juga menjabat Ketua KOPRI PMII Bojonegoro ini berharap Pemkab Bojonegoro punya strategi pengendalian DBD yang efektif.
Baca Juga:

Mari Lebih Kenal dan Waspada DBD
Fogging DBD Tak Boleh untuk Kampanye Politik
Dinkes Pamekasan Imbau Masyarakat Antisipasi Penyakit Musim Pancaroba
Puluhan Pasien DBD Dirawat di RSUD Jombang

Diantaranya dengan cara memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran warga terkait ancaman

dan upaya-upaya pencegahan DBD, serta memaksimalkan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang sudah ada di desa-desa, maupun melibatkan kelompok lain yang memungkinkan, serta menjalin kolaborasi dengan para pihak.

“Belajar dari kasus DBD di tahun-tahun sebelumnya, Pemkab, utamanya Dinkes perlu lebih memaksimalkan upaya preventif dalam pengendalian kasus DBD di Bojonegoro, agar angka DBD tahun ini setidaknya tidak mengalami peningkatan atau bahkah mempunyai target penurunan dari angka 589 Kasus sebagaimana di tahun 2018,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/