Mengelola Perubahan

Mengelola Perubahan

 Mengelola perubahan merupakan pertimbangan penting dalam rancangan/desain pengendalian. Manajer melaksanakan pengendalian untuk mencapai tujuan yang seringkali dihadapkan pada suatu dilema.Keberadaan pengendalian dalam suatu perusahaan mungkin telah berhenti fungsinya manakala terjadi perubahan, tetapi para nanajer biasanya khawatir terhadap perubahan pengendalian tersebut, walaupun mungkin saja hal itu akan memberikan peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perubahan tersebut. Suatu tantangan yang lebih logis dan lebih menimbulkan ketegangan adalah ketika manajer tidak tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Banyak organisasi menggunakan konsultan dari luar atau auditor internal untuk mendorong sistem pengendalian yang baru. Walaupun rekomendasi dari konsultan luar atauauditor internal tersebut sejalan dengan strategi yang diajukan oleh manajemen puncak perusahaan, para penasehat tersebut selalu berada pada posisi yang mempengaruhi penyebab dari suatu peristiwa karena hubungan laporan khususnya kepada manajemen puncak.

 Dalam jangka panjang, perusahaan akan memelihara lingkungan pengendalian melalui suatu proses perubahan dan kompensasi. Hal ini terjadi ketika rancangan-rancangan pengendalian dimodifikasi melalui proses regenerasi internal secara berkelanjutan atauketika perubahan disebabkan oleh faktor eksternalyang berdampak pada organisasi, seperti kehilangan konsumen utama atau kegagalan keuangan yang serius pada perusahaan inti dalam industri tertentu. Oleh karena itu, suatu perusahaan yang telah mengalami sanksi yang berat akibat infleksibilitas dan pendekatan pengendalian yang sangat tersefitralisasi akan berusaha untuk melakukan desentralisasi. Sementara, prusahaan yang sama, setelah beberapa tahun menekankan padadesentralisasi, akan mencari cara untuk mengompensasikan sanksi berat yang terkait dengan inefisiensi dari pendekatan- pendekatan desentralisasi melalui berbagai tingkat sentralisasi kembali. Dalam dinamika semacam ini, terdapat suatu kecenderungan untuk bersikap kritis terhadap organisasi karena tampaknya aca kebingungan terhadap tujuan-tujuanpengendalian. Kritikan ini secara implisit mengasumsikan bahwa suatu organisasi. harus secara konsisten mencari suatu keseimbangan pengendalian yang spesifik, dan dalam banyak kasus, asumsi ini sangat sukar ditentukan. Dalam organisasi yang kompleks, keseimbangan dalamlingkungan pengendalian memerlukan perubahan dan kompensasi yang tems menerus. Posisi keseimbangan bersifat dinamis, tidak statis. Hanya, melalui perubahan dan kompensasi., perusahaan dapat menjaga status pengendalian yang konstan dalam organisasi.

 

RECENT POSTS