Melakukan Wawancara

Melakukan Wawancara

Melakukan Wawancara

Melakukan Wawancara

Instrumen wawancara digunakan dalam penelitian kualitatif karena dapat mengungkap informasi lintas waktu, yaitu berkaitan dengan dengan masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Dan data yang dihasilkan dariwawancara bersifat terbuka, menyeluruh, dan tidak terbatas, sehingga mampu membentuk informasi yang utuh dan menyuluruh dalam mengungkap penelian kualitatif.

            Dalam wawancara, peneliti dihadapkan kepada dua hal. Pertama, peneliti harus mengadakan interaksi dengan responden. Kedua, peneliti menghadapi kenyataan, adanya pandangan orang lain yang peneliti hadapi ialah bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana kita mengolah pandangan yang mungkin berbeda itu.

            Esterber mendefinisikan intervie, wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu.

  1. Macam-macam Interview/wawancara.

            Adapun beberapa macam wawancara, yaitu:

  1. Wawancara terstruktur (structured interview);
  2. Wawancara semiterstruktur (semistructure Interview)
  3. Wawancara tak berstruktur (unstructured Interview).
  4. Langkah-langkah wawancara

            Adapun menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan, yaitu:

  1. Menyimpan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
  2. Mengawali atau membuka alur wawancara
  3. Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
  4. Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan
  5. Mengidentifikasikan tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh
  6. Isi wawancara

            Adapun beberapa jenis yang dapat dinyatakan dalam wawancara adalah:

  1. Pengalaman dan perbuatan responden, yaitu apa yang telah dikerjakannya atau yang lazim dikerjakannya
  2. Pendapat, pandangan, tanggapan, tafsiran atau perkiraanya tentang sesuatu
  3. Perasaan, respons emosional, apakah ia merasa cemas, takut, senang, gembira,curiga, jengkel dan sebagainya tentang sesuatu.
  4. Pengetahuan, fakta-fakta, apa yang diketahuinya tentang sesuatu.
  5. Penginderaan, apa yang dilihat, didengar, dirabah, dikecap atau diciumnya, diuraikan secara deskriptif.
  6. Latar belakang pendidikan, pekerjaan, daerah asal, tempat tinggal, keluarga dan sebagainya.

            Beberapa aspek di atas dipersiapkan agar dapat mengantisipasi kekosongan terhadap sesuatu yang hendak ditanyakan. Materi pertanyaan dapat melingkupidimensi waktu, seperti tentang apa-apa yang dikerjakan responden di masa lampau, sekarang dan akan datang. Dan pada intinya pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan harus berpedoman pada arah penelitian atau harus sesuai dengan tujuan penelitian.

  1. Alat-alat wawancara

            Adapun alat- alat wawancara yaitu:

  1. Buku catatan: berfungsi untuk mencatat semua pembicaraan atau percakapan dengan sumber data, sekarang sudah banyak komputer-komputer kecil, notebook yang dapat digunakan untuk mencatat hasil pembicaraan.
  2. Tape recorder: berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan. Penggunaan tape recorder dalam wawancara perlu memberi tahu kepada informan boleh atau tidak.
  3. Camera: untuk memotret kalau peneliti sedang melakukan pembicaraan dengan informan/sumber data. Dengan adanya foto=foto ini dapat meningkatkan keabsahan penelitian akan lebih terjamin, karena peneliti betul-betul melakukan pengumpulan data.

Sumber: https://infinidb.org/skilltwins-football-game-apk/