MACAM-MACAM KURS

MACAM-MACAM KURS

MACAM-MACAM KURS

MACAM-MACAM KURS

Terdapat berbagai jenis kurs valuta asing yang sering digunakan. Kurs-kurs valuta asing tersebut adalah:

  1. Kurs Menteri Keuangan

Kurs Menteri Keuangan adalah kurs yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Mulai 1 Oktober 1997 kurs Menteri Keuangan ditetapkan setiap minggu.

  1. Kurs Realisasi

Kurs realisasi yaitu kurs yang sebenarnya terjadi pada waktu perusahaan merupiahkan valas atau pada waktu perusahaan membeli valas.

  1. Kurs Bank Indonesia (kurs BI)

Kurs BI digunakan untuk mencatat hutang piutang serta transaksi dalam valuta asing. Kurs BI terdiri dari kurs beli Bank dan kurs jual Bank. Kurs BI yang digunakan sebagai dasar pembukuan yaitu kurs tengahnya yang merupakan rata-rata antara kurs jual dan kurs beli BI.

  1. Kurs Menteri Keuangan RI.

Pajak-pajak yang terutang dalam valuta asing harus terlebih dahulu dinilai ke dalam mata uang rupiah. Untuk kepentingan tersebut, perlu ditetapkan keputusan tentang nilai kurs sebagai dasar pelunasan. Oleh karena itu, Kurs Menteri Keuangan digunakan untuk :

  1. Perhitungan pelunasan Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, PPN-Impor, PPh Pasal 22 sesuai dengan tanggal Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai (PIUD);
  2. Perhitungan PPN dan PPnBM sesuai tanggal Faktur Pajak, apabila pembayaran, Harga Jual, atau Nilai Penggantian dilakukan dengan mata uang asing (Pasal 31 PP No. 143/2000);
  3. Perhitungan PPh Pasal 21 atau PPh Pasal 26 apabila penghasilan diterima dalam mata uang asing;
  4. Perhitungan Pajak Ekspor;
  5. Perhitungan Pajak-Pajak Final yang dibayarkan dalam valuta asing.

Contoh 1 :

Pada tanggal 30 Juni 2009 PT. A (PKP) menjual barang secara kredit kepada PT. B (PKP) seharga $10,000 (belum termasuk PPN). FP Standar dibuat tanggal 31 Juli 2009 dan dilunasi tanggal 13 Agustus 2009. Kurs Menteri Keuangan, periode 25 s.d. 30 Juni 2009 Rp.10.000,00 periode 29 Juli s.d 4 Agustus Rp.10.100,00 dan Periode 11 s.d. 16 Agustus 2009 Rp.10.200,00.

Maka perhitungan PPN sebagai berikut :

Faktur Pajak dibuat pada tanggal 31 Juli 2009. Saat itu kurs Menteri Keuangan adalah Rp.10.100,00 maka PPN dihitung sebesar 10% x $ 10,000 xRp.10.100,00 = Rp.10.100.000,00

 

Sumber :

https://fgth.uk/