KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP

KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP
KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP

KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP

KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP
KISAH SUKA DUKA REMAJA DI BALIK DINDING SMP

Novel karya Mira W dengan tebal 127 halaman ini sangat mudah dimengerti karena bahasanya yang ringan dengan kisah sehari-hari yang pasti pernah di alami oleh sebagian besar remaja. Kisah persahabatan disertai kisah cinta tentunya ala anak remaja SMP yang menarik, lucu, sedih dan haru. Kisah manis tak terlupakan yang pernah dialami oleh semua yang pernah mengalami masa remaja.
Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran, namun lebih dominan menggunakan alur maju. Walaupun demikian, dapat membawa para pembacanya menelusuri cerita demi cerita. Cara pengarang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita ini cukup mudah dipahami. Tokoh utama wanita, Wina, adalah seorang remaja putri SMP yang pandai, baik , namun ada sedikit kenakalan remajanya tapi Wina adalah sosok yang tertutup dalam hal perasaan. Wina tidak mudah mengatakan apa yang ada di dalam hatinya karena dia tidak cukup percaya diri akan kekurangan yang dimilikinya. Tokoh Ira yang digambarkan sebagai sahabat Wina yang cantik dan sangat popular di sekolahnya kadang membuat Wina merasa bosan dengan cerita-ceritanya tentang mantan pacarnya yang tak terhitung. Adapun Dedi digambarkan sebagai sosok lelaki yang baik dan tampan tentunya yang bisa memikat hati Wina dan Ira.
Di dalam novel ini juga terkandung amanat yang bermanfaat bagi pembaca khususnya para remaja, dimana kita bisa saling menghargai teman dengan tidak melakukan hal yang akan berakibat buruk hanya karena emosi oleh masalah cinta yang tak penting. Kita juga diajarkan untuk dapat menerima kelebihan orang lain dan menyadari kekurangan diri sendiri tapi kita harus yakin kita mempunyai kelebihan yang lain karena tidak ada manusia yang sempurna. Untuk para orang tua, mereka juga bisa mengerti bagaimana seorang remaja sudah bisa berfikir dewasa bahkan lebih bijaksana sehingga para orang tua mau mendengarkan apa pendapat anaknya.
Kisah remaja ini diawali dari kejadian-kejadian di sekolah. Wina dan Ira yang bersahabat tapi mereka berdua memiliki perbedaan karena ira lebih cantik dan popular sedangkan Wina remaja yang pandai tapi memeliki bentuk fisik yang agak gemuk dengan kacamatanya kurang terlihat menarik bahkan membuatnya tidak percaya diri.
Ira yang berpacaran dengan Dedi cowok yang diam-diam juga di kagumi Wina, hubungan mereka sempat putus dan bahkan membuat Dedi berpaling pada mantannya yang sangat di benci Ira. Wina dalam posisi yang sulit, dia harus menjadi penghubung agar Ira dan Dedi baikan walaupun dalam hati Wina menyimpan perasaan yang menyiksa hatinya. Juga bagaimana Ira selalu berganti pacar,bahkan ada seorang cowok yang terluka hatinya. Diceritakan pula bagaimna penyesalan Ira dan Wina menyelakai cewek mantan Dedi sehingga berakibat fatal. Adapula cerita ayah Dedi dan Ibunya Wina yang seorang janda memiliki hubungan spesial.
Hal yang menarik dari cerita ini adalah cerita-cerita kenakalan remaja tapi juga disertai penyesalan akan semua kesalahan sehingga baik untuk dijadikan pelajaran. Dalam novel ini juga ada sebuah kalimat yang bisa membangkitkan percaya diri yaitu, “ Ada wanita yang memang sudah cantik dari sananya, Na”kata ibunya sabar. “Tapi ada juga wanita yang tahu bagaimana caranya menjadi cantik.”
Namun, dengan segala kelebihan yang dimiliki novel ini, buku ini menceritakan suatu kejadian dengan sangat panjang dan banyak kejadian yang sebenarnya singkat tetapi menjadi lama dan kurang berkesan. Meski demikian, cerita ini tetap memikat dan menyentuh hati dengan kejadian-kejadian yang bisa dijadukan pelajaran sehingga member muatan pesan yang dapat direnungkan dan diterjemahkan lebih dalam.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/