Keterkaitan dengan Teori Agensi

Keterkaitan dengan Teori Agensi

 Teori agensi memudahkan antisipasi atas konsekuensi logis dengan menyediakan suatu keraogka untuk pemahaman dan selanjutnya meramalkan perilaku. Agen merupakan seseorang yang ditunjuk oleh prinsipal untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh prinsipal. Agen mungkin saja mempunyai satu set sasaran hasil yang berbeda dari prinsipal. Sebagai contoh, suatu karyawan sebagai suatu agen lebih menyukai bersantai daripada

bekerja, sementara pemberi kerja sebagai principal lebih menyukai mengerjakan pekerjaan daripada bersantai. Untuk memotivasi agen agar mementingkan pekerjaannya dibanding beristirahat, principal dapat membuat suatu kontrak untuk mengurangi resiko agen akanbertindak ” di luar kontrol” dan hanya mencari kesenangan. Principal dapat mengalokasikan sumber daya untukmemperoleh kendali dengan tiga jalan skemapengawasan, rencana insentif/penalty, dan asuransi atau opsi risk-transferring. Agen, diasumsikan sebagai seorang yang bertindak ekonomis dan rasional.

┬áKekuatan utama teori agen adalah kemampuannya menyediakan desain pengendalian yang secara simultan membantu meningkatkan kesejahteraan kedua belah pihak. Karena principal dan agen mempunyai fungsi utilitas yang berbeda, mungkin saja perlu untuk mendisain suatu strategi pengendalian (yaitu skema pengawasan, rencana insentif/penalty, atau opsi risk-transferfing) yang akan meningkatkan kesejahteraan dari semua pinak. Solusi jenis ini dikenal sebagai solusi “plus sum”. Untuk menggambarkan solusi seperti itu, diasumsikan bahwa suatu agen dapat dibujuk untuk melaksanakan suatu tugas untuk suatu tingkat upah yang rendah jika ada fleksibilitas dalam memilih jadwal kerja. Jika prinsipal tidak memperhatikan kondisi-kondisi yang mengendalikan tugas, kontrak ini akan memberikan keuntungan bagi prinsipal dengan adanya tingkat upahyang rendah dan agen diuntungkan dengan jadwal yang fleksibel.

Teori agensi menarik karena dapat digunakan untuk menjelaskan kejadian yang sering terjadi. Teori agensi bagaimanapun juga memiliki beberapa keterbatasan utama. Orang diasumsikan memiliki banyak peran dalam organisasi. Hubungan prinsipalagen tertentu tidak dapat dipisahkari dari konteks dan dipilih untuk pertimbangan mandiri. Teori agensi juga berasumsi bahwa suatu pandangan kontraktual atas tingkah laku manusia akan dapat meramalkan konsekuensi logis dengan tepat. Jika pandang:n kontraktual ini dikurangi menjadi hanya meliputi penghargaan dan biaya-biaya yang secara obyektif diukur dengan unit moneter, teori ini membawa ke konsep perilaku rasional prinsipal dan agen berdasar pada kepentingan ekonomi. Aplikasi teori agensi yang dikurangi ini mengesampingkan penanganan seperti penghormatan, prestasi, kesetiaan, dan kepuasan umum lainnya. Teori agensi menyediakan suatu penilaian yang tidak akurat atas perilaku, seseorang yang kompleks yang dapat diharapkan dalam situasi nyata.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/moto-g5s-plus-masuk-india-akhir-agustus/