Karakteristik Premanisme

 Karakteristik Premanisme

Table of Contents

 Karakteristik Premanisme Karakteristik Premanisme

Premanisme banyak  tumbuh dan berkembang di kota-kota besar, dan bertanggung  jawab atas banyaknya kejahatan dalam bentuk pencurian, perusakan milik orang lain, dengan sengaja melanggar dan menantang otoritas orang dewasa serta moralitas yang konvensional, melakukan tindak kekerasan menteror lingkungan, dan lain-lain.[2] Pada umumnya para penganut paham premanisme sangat agresif sifatnya, suka berbaku hantam dengan siapapun juga tanpa suatu-sebab yang jelas, dengan tujuan sekedar untuk mengukur kekuatan kelompok sendiri, serta membuat onar di tengah ligkungan.

Pada intinya, gerombolan pemuda (preman) dari suatu gang dengan ciri-ciri a-sosial dan kriminal itu adalah anak-anak normal: namun oleh satu atau beberapabentuk pengabaian, dan upaya mecari kompensasi bagi segala kekurangannya, menyebabkan anak-anak muda ini kemudian menjadi jahat. Mereka lantas berusaha mendapatkan segala sesuatu yang ”memuaskan”, yang tidak cukup diberikan oleh orang tua mereka, keluaraga dan masyarakat sekitarnya. Hal-hal yang tidak ditemukan ditengah-tengah keluaraga dan lingkungan sendiri, kemudian justru ditemukan didalam gang itu: yaitu antara lain berupa posisi sosial, status, suatau ideal, pribadi idola, aksi-aksi bersama. Ikatan persahabatn, simpati kasih sayang, prestise, harga diri, rasa aman terlindung, dan seterusnya.[3]

Kebanyakan geng tersebut pada awalnya merupakan kelompok bermain yang beroperasi bersama-sama untuk mencari pengalaman baru yang menggairahkan, dan melakukan eksperimen yang  merangsang  jiwa mereka. Dari permainan yang netral dan menyenangkan hati itu, lama kelamaan perbuatan mereka menjadi liar dan tidak terkendali, ada di luar kontrol orang dewasa. Lalu berubah aksi-aksinya menjadi tindak kekerasan dan kejahatan.

Sumber :

https://whypoll.org/