INTERNAL AUDIT SAWYER’S

INTERNAL AUDIT SAWYER'S
INTERNAL AUDIT SAWYER'S

Table of Contents

 INTERNAL AUDIT SAWYER’S

 INTERNAL AUDIT SAWYER'S
INTERNAL AUDIT SAWYER’S

 Salah satu tahap audit ialah perencanaan (audit planning). Tujuan audit planning ialah untuk menentukan pada area mana, bagaimana, kapan serta oleh siapa (anggota tim yang mana) audit akan dilakukan. Langkah penting dalam audit planning mengidentifikasikan faktor risiko. Auditor harus menilai faktor risiko inheren, misalnya sistem online, network, database, dan teknologi canggih lainnya memiliki risiko lebih besar daripada batch processing system (apalagi dibandingkan sistem manual). Auditor harus meneliti resiko potensial dengan melakukan review awal general controls, menilai kelemahan pengendalian dan mengevaluasi apakah pengendalian tersebut dijalankan. Tujuan analisis resiko ini untuk membantu auditor agar lebih fokus audit pada area yang faktor risikonya besar. Untuk itu auditor menyiapkan rencana kerja audit (audit program) mengenai batas, jadwal, dan prosedur untuk mencapai sasaran audit. Setelah audit program disusun dan team auditor telah dibentuk, selanjutnya para anggota team harus melakukan pengenalan terhadap sistem yang akan diaudit.

I.2 Tujuan 

Program audit internal merupakan pedoman bagi auditor dan merupakan satu kesatuan dengan supervisi audit dalam pengambilan langkah-langkah audit tertentu. Langkah-langkah audit dirancang untuk (1) mengumpulkan bahan bukti audit dan (2) untuk memungkinkan auditor internal mengemukakan pendapat mengenai efisiensi, keekonomisan, dan efektivitas aktivitas yang akan diperiksa. Program tersebut berisi arahan-arahan pemeriksaan dan evaluasi informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan audit dalam ruang lingkup penugasan audit.

I.3 Rumusan Masalah

Program Audit. Pedoman dan sarana self control. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan program audit, kapan harus disiapkan, bagaimana penyiapannya dan siapa yang menyiapkan. Manfaat-manfaat program audit yang tepat. Kapan menyiapkan program. Tanggung jawab auditor internal. Penekanan pada risiko, kontrol, standar. Ruang lingkup audit-dari audit ketaatan hingga audit efektivitas. Mendefinisikan keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas. Tujuan dan prosedur-prosedur audit.perbandingan dengan tujuan dan prosedur operasional. Contoh-contoh berbagai prosedur audit. Bagaimana menyiapkan program audit. Menggunakan latar belakangg informasi yang diperoleh selama survei pendahuluan. Mengidentifikasi tujuan, risiko, dan kontrol.program audit sebagai alat mempertahankan diri bagi auditor. Contoh-contoh program audit pembelian dan pemasaran. Program audit kompherensif: bagian pembelian dan pemasaran. Contoh program pro forma: kotak penyimpanan yang aman. Ambiguitas dalam bahasa program. Penugasan staf untuk audit berskala kecil. Pedoman penyusunan program audit. Kriteria-kriteria program audit.

Sumber : https://aziritt.net/