Informasi tentang Islam akan dirilis ke berbagai media berita

Berdirinya Korea Muslim Federation (KMF)

15 September 1955 M agama Islam diresmikan menjadi salah satu agama di Korea Selatan dan diikuti oleh pemilihan imam pertama Korea, yaitu Muhammad Yoon Doo Young. Setelah itu mereka juga membangun hubungan dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia dari Malaysia sampai Maroko.
Pada bulan Mei 1965 M kelompok kepemimpinan Muslim Korea mengumpulkan semua umat Muslim yang ada di korea untuk berkumpul di Masjid pusat. Dalam perkumpulan ini mereka membentuk sebuah organisasi yang bernama Korea Muslim Federation (KMF) dengan ketuanya Haji Sabri Suh Jung Kil, sekertaris Abdul Aziz Kim.

Kemudian merencanakan 6 strategi khusus untuk menyebarkan gerakan keagamaan mereka di Korea, diantaranya:

1. Muslim mengunjungi rumah teman non-Muslim untuk tujuan meyakinkan atau mengajak mereka menjadi Muslim.
2. Al-Qur’an, hadis dan berita dari dunia Muslim akan dicetak dan dibagikan kepada umat Muslim.
3. Buku agama Islam mengenai Kesalah pahaman Agama harus diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dan dibagikan/disebarkan seluas mungkin.
4. Diadakan seminar satu jam setiap hari minggu di masjid dengan diskusi yang dipimpin oleh Muslim asing.
5. Diadakan kelas bahasa Arab setiap hari minggu di masjid.
6. Informasi tentang Islam akan dirilis ke berbagai media berita.

Pada Januari 1969 M organisasi KMF diakui sebagai badan hukum oleh Departemen Kebudayaan dan Penerangan Korea, selain itu juga diberi ijin oleh pemerintah Korea Selatan dengan Nomer Perijinan 114.67.3.13. Organisasi ini secara resmi dibuka untuk mengebangkan dakwah Islam di Korea Selatan secara jelas agar kegiatan dakwahnya menjadi meningkat. Pada bulan Juni 1969 M, KMF mulai menerbitkan koran bulanan The Korea Islamic Herald (KIH) untuk memperkenalkan ajaran Islam dan keadaan perkembangan agama Islam di Korea. KIH melaporkan kegiatan dakwah Islam di Korea secara rinci dengan mengunakan bahasa Korea dan Inggris. Organisasi KMF adalah organisasi Islam pertama dan satu- satunya di Korea Selatan yang berawal dari suatu komunitas masyarakat Muslim asli penduduk Korea. Misinya adalah berusaha untuk mengubah citra Islam dari kekerasan untuk damai. Para pemimpin Muslim Korea mencari beberapa cara untuk bisa menyebarkan Islam di Korea dengan cara damai. Selain itu mereka juga membuka beberapa seminar untuk Muslim dan non-Muslim Korea tentang isu-isu yang beragam dalam teologi Islam dan toleransi beragama. KMF juga mengadakan keanggotaan kelas beberapa kali dalam setahun, semua Muslim harus menghadiri kelas-kelas ini untuk menjaga keanggotaan mereka. Melalui kerjasama KMF dengan negara-negara Muslim, pada bulan Desember tahun 1976 M ada sekitar 53 pemuda Muslim Korea memperoleh pendidikan Islam di Indonesia, Malaysia, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Libia, dan Maroko. Pada tahun 1977 melalui sponsor Muhammadiyah (organisasi agama Islam Indonesia) 17 pemuda Muslim Korea pergi ke Indonesia untuk menambah pengetahuan mereka dalam studi Islam.


Sumber: https://vds.co.id/