Hari Pertama PPDB SMA/SMK Masih Sepi Pendaftar

Hari Pertama PPDB SMA SMK Masih Sepi Pendaftar
Hari Pertama PPDB SMA SMK Masih Sepi Pendaftar

Hari Pertama PPDB SMA/SMK Masih Sepi Pendaftar

Hari Pertama PPDB SMA SMK Masih Sepi Pendaftar
Hari Pertama PPDB SMA SMK Masih Sepi Pendaftar

BANDUNG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur nonakademik SMA/SMK

masih di luar ekspektasi. Sebab, banyak orangtua yang masih bingung dengan system yang diterapkan di PPDB 2017.

Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres di SMAN 1 Margahayu dan SMKN 1 Katapang Kabupaten Bandung, hari pertama pendaftaran masih tampak sepi. Sebab, banyak orang tua peserta didik baru hanya mencari informasi terlebih dahulu. Selain itu belum banyak yang mengetahui aturan mengenai pendaftaran secara online, khususnya tingkat SMA.

”Tapi ada juga yang langsung daftar, karena mereka sudah menyiapkan Persyaratannya,” kata Purwo Cahyo Hadi, ketua pantia PPDB SMKN 1 Katapang kepada Jabar Ekspres, kemarin (6/6).

Purwo menerangkan, hari pertama pendaftaran untuk jalur nonakademik

belum terlihat antusias karena mungkin masih mempersiapkan persyaratan yang harus dibawa. Di antaranya surat pernyataan dari pemerintah desa, bagi yang tidak mampu dan lembaga keahlian bidang yang ditekuni untuk siswa prestasi.

Purwo menambahkan, jalur nonakademik dibagi dalam tiga criteria. Satu sistem afirmasi (siswa miskin), dua jalur prestasi, tiga zona atau lingkungan sekolah. Hal itu mengacu pada juknik PPDB 2017 yang diberikan pemerintah Provinsi Jawa Barat. ”Sekarang segala sesuatunya ditentukan provinsi. Sekolah hanya menampung dan mengentri data saja,” tambah Purwo sambil menambahkan, masyarakat yang hendak mendaftarkan anaknya agar tidak tergesa gesa karena pendaftaran jalur nonakademis dibuka mulai 6 sampai 14 juni.

Jajang Suparman, 42, warga Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang mengaku,

sudah mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi. Sebab, anak pernah menjadi atlet basket tingkat Kabupaten Bandung.

”Saya pilih mendaftarkan anak di SMKN Katapang karena memiliki standar pembelajarannya cukup baik, juga punya kelebihan di bidang olahraga dan komputer,” aku Jajang di sela mendaftarkan anakanya

Di SMAN Margahayu, Rahmat, 65, mengatakan, dirinya sedang mengantar cucunya untuk memperbaiki dan meyakinkan sudah terdaftar di sekolah tersebut. Sebab, dia mendaftar secara online namun terkendala.

”Cucu saya sudah memasukan data di PPDB SMAN Margahayu secara online. Namun, sudah mengentri beberapa kali tapi terus ditolak. Olah sebab itu, kami ke sini,” tandasnya.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya, jual beli sertifikat kepada calon siswa dengan menggunakan jalur prestasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi akan turut mengawasi proses pelaksanaan PPDB 2017-2018.

 

Sumber :

https://voi.co.id/