E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi

E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi
E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi

E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi

E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi
E-Learning Semakin Cepat dengan Aplikasi
Andai papan tulis hitam itu dapat berbicara, mungkin ia merasa sudah tua dan minta pensiun. Dengan ditemani sebuah kapur tulis, ia selalu setia berdiri di depan kelas sejak 1983. Sudah tua karena telah digunakan oleh guru untuk mengajarku sejak kelas satu SD sampai SMA. Ia menjadi saksi keberhasilan bapak dan ibu guruku dalam mengajar kami sehingga kami bisa jadi orang sukses dengan beragam profesi dan keahlian.
Termasuk saya yang berprofesi sebagai guru sebenarnya secara tidak langsung dititipi atau diwarisi papan tulis hitam (blackboard) untuk mengajar murid-muridku.
Dengan media pembelajaran papan tulis hitam (blackboard) yang entah kenapa seluruh siswa waktu itu tidak ada yang protes atau bosan. Kalau pelajaran seni lukis maka papan akan menjadi menarik dengan gambar yang indah, namun ketika pelajaran eksata atau sosial maka papan akan berisi tulisan-tulisan yang biasanya memenuhi seluruh papan. Bahkan kadang papan tulis harus diputar balik karena penghapusnya hilang atau disembunyikan teman saya yanag usil agar mendapat perhatian guru.
Sampai saya SMP, ternyata saya menjumpai papan tulis hitam lagi dan dipakai sampai lulus SMP. Ketika memasuki bangku SMA, ada sedikit pemandangan kelas yang berubah. Papan tulis hitam menemukan pasangannya yaitu papan tulis putih. Atau tepatnya di depan kelas sudah tersedia dua buah papan tulis, satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna putih. Akhirnya kami menyebut papan hitam putih. Dua buah papan tulis ini menjadi sarana dan saksi bagi saya dan teman-teman menikmati masa-masa indah di SMA. Mungkin filosofinya seperti kehidupan, ada putih (kebaikan) dan ada kejahatan (hitam).
Ada satu hal lagi yang membuat kami sangat senang ketika pembelajaran di SMA yaitu OHP. Dengan OHP yang disorotkan di tembok, kami bisa melihat gambar dan penjelasan tertulis guru. Guru yang mengajar dengan menggunakan OHP ini kami sebut hebat dan menyenangkan. Nggak apa-apa sebab teknologi termutahir yang sekolah kami bisa punya ya ini

Sekali lagi dua buah papan tulis tadi menjadi sarana dan saksi kejayaan pendidikan yang saya alami sejak SD dan ternyata hingga kuliah. Ternyata lagi, sampai saya menjadi guru sejak 1999 sampai sekarang. Ibaratnya, ilmu pengetahuan dan teknologi itu luas, tetapi hanya seluas dua buah papan tulis tadi dan seluas pengetahuan bapak ibu guru. Papan tulis hitam sudah berubah menjadi whiteboard, kemudian berubah lagi menjadi magnetik board, dan berubah lagi terintegrasi menjadi touchscreen. Lalu apakah kita juga berubah?

Pertanyaannya, apakah ilmu dan pengetahuan hanya seluas itu? Apakah saat itu belum mengenal e-learning? Ataukah sudah mengenal namun sarananya belum sampai sekolah? Mari kita ikuti apakah itu e-learning.