Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam

Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam
Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam

Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam

Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam
Demi Simulasi UAMBN BK, Siswa Madrasah Ini Rela Lintasi Sungai Selama Empat Jam

Sabtu (16/02), 13 remaja tampak bersiap di tepi dermaga gampong Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Mereka adalah siswa-siswa Madrasah Aliyah Swasta Merdeka, satu-satunya sekolah tingkat menengah atas yang ada di Gampong Tampor Paloh.

Didampingi Kepala Madrasah dan guru pembimbing, satu per satu mereka mulai menaiki kapal kayu yang tertambat di dermaga. Karena luas kapal tak terlampau besar, mereka pun harus duduk berdesakan dengan kaki tertekuk.

Bukan hal yang menyenangkan tentunya. Apalagi mereka akan menempuh perjalanan selama empat jam melintasi Sungai Tamiang menuju Kota Kuala Simpang dengan kapal kayu tanpa pengaman ini.Tapi ini satu-satunya transportasi yang dapat mereka gunakan, demi mengikuti Simulasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN – BK) di kecamatan seberang, Kecamatan Peureulak Timur.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

“Simulasi UAMBN BK baru akan dilaksanakan pada 18 – 20 Februari 2019,

tapi mereka harus sudah berangkat sejak dua hari sebelumnya karena perjalanan yang harus mereka tempuh cukup panjang,” ujar Kasie Madrasah Kankemenag Aceh Timur, Mulkan Damanik, Senin (18/02).

Menurut Mulkan, setibanya di Kota Kuala Simpang, 13 siswa MAS Merdeka masih harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju Langsa. Mereka kemudian menginap di rumah Ketua Yayasan Merdeka di Langsa.

“Baru hari Senin ini mengikuti simulasi UAMBN BK, bergabung dengan MAS Al-Widyan Alue Lhok Kec. Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. Perjalanan dari Langsa ke lokasi ujian sekitar satu jam,” jelas Mulkan yang mendapat tugas dari Kepala Kankemenag Kabupaten Aceh Timur untuk terus memantau perjalanan siswa MAS Merdeka.

Perjalanan panjang melintasi Sungai Tamiang disertai perjalanan darat ini terpaksa

mereka lakukan karena hingga saat ini MAS Merdeka Tampor Paloh belum memiliki fasilitas guna melaksanakan ujian berbasis komputer.

“Jangankan laboratorium komputer dan server, jaringan internet pun belum ada di madrasah ini. Padahal ini satu-satunya sekolah tingkat atas di gampong itu, dan selain UAMBN mereka juga harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” kata Mulkan.

Meski demikian, siswa-siswi MAS Merdeka tampak bersemangat mengikuti proses simulasi UAMBN BK.

“Mereka tetap semangat. Padahal untuk sampai ke sini, mereka pun harus rela menabung untuk membiayai transportasi hingga biaya makan di perjalanan ini. Belum lagi, resiko yang harus mereka tempuh selama perjalanan,”kisah Mulkan.

 

Baca Juga :