Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi

Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi
Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi

Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi

Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi
Data Kinerja Keliru, Setelah Disdik Undang Tim E-RK untuk Evaluasi

BANDUNG – Dinas Pendidikan Kota Bandung mengambil langkah cepat pasca disebut berkinerja rendah

, hasil penilaian aplikasi Elektronik Remunerasi Kinerja (E-RK). Institusi gemuk itu melakukan evaluasi internal dan introspeksi dengan mengundang Tim E-RK, yang bertanggungjawab di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bandung, Rabu pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menyampaikan, hasil evaluasi internal bersama Tim E-RK dari SKPD terkait, menunjukkan ada kekeliruan data. Dibuktikan dengan nilai kumulatif E-RK dirinya menjadi 82,39 persen. Kemudian, nilai bawahan dan sundulan bawahan masing-masing 77,23 persen. Tapi, nilai perilaku turun menjadi 94.44 persen. Perubahan ini sama sekali tanpa intervensi disdik dan murni oleh Tim E-RK di SKPD Terkait.

”Alhamdulillah (Tim E-RK Pemkot Bandung) datang dan menyatakan betul mungkin ada kekeliruan

. Dan kekeliruan itu dibuktikan,’’ ujar dia kepada Jabar Ekspres kemarin (4/6).

Kehadiran Tim E-RK Pemkot Bandung, kata Elih, melengkapi evaluasi internal sebelumnya yang sudah dilakukan. Sebab, dirinya merasa disebut sebagai pemimpin dinas dengan angka E-RK 50 persen. Elih tahu diri dan menggali mengapa, dan apa yang harus diperbaiki agar kinerja lebih objektif. ”Atas dasar itu saya hari Selasa lalu meminta admin disdik untuk memberi akses (ke sistem data E-RK disdik) agar saya bisa melihat lebih detil,” ungkap dia.

Menurut Elih, ternyata hasilnya beberapa data mengejutkan. Pertama, data aktivitas dirinya kosong. Terakhir, mendapat penjelasan memang kosong karena eselon 2 tidak ada input kegiatan. Kedua, nilai bawahan dan nilai sundulan aktivitas bawahan hanya 11,01 persen. Ketiga, nilai kumulatif Tunjangan Kinerja daerah (TKD) 36,87 persen.

”Di sisi lain nilai perilaku saya 97,22 persen, kehadiran 100 persen. Capaian kinerja 100 persen.

Capaian anggaran 100 persen. Kan, tidak sinkron data-rata itu,” papar pria berkacamata ini.

Ketika hal ini ditanyakan kepada staf di disdik apa penyebabnya? Jawabnya, mungkin ini sundulan atau akibat. Nilai bawahan kecil alias tidak ada atau kurang aktivitas yang dilaporkan. Ketika dilakukan penelusuran kepada bawahan, ada di sistem beberapa data juga aneh. Antara lain, ada dua orang kepala sekolah (kepsek) yang seharusnya tidak ada di bawah langsung kadisdik. Dan, diketahui isiannya kosong atau nol. Kemudian, ada 35 orang penilik yang memang ada di bawah kadisdik langsung, juga diketahui laporannya kosong atau nol tanpa aktivitas.

Atas dasar data itu, lanjut doktor Universitas Pendidikan Indonesia ini, beberapa penilik diminta arsipnya untuk file laporan. Ternyata mereka terekam melakukan aktivitas dan sudah divalidasi oleh dirinya. ’’Artinya, bahwa saya melakukan aktivitas sesuai tugas dalam E-RK yaitu melakukan validasi,” tuturnya.

Elih menegaskan, langkah evaluasi ini sebagai tindak lanjut dari paparan angka E-RK yang disampaikan dalam rapat pimpinan Pemkot Bandung, beberapa waktu lalu. Sebuah upaya introspeksi dan mencari tahu hal-hal yang harus diperbaiki dalam pemantauan aktivitas personel. Terlebih, ketika disebut hasil E-RK banyak data disdik rendah dan tertulis hanya satu eselon 2 yang berkinerja di bawah 50 persen.

Elih sudah menduga itu dirinya, dan ingin disampaikan saat rapat, ketika dibuka kesempatan menanggapi hasil evaluasi tersebut, namun mengurungkan niat.

 

Baca Juga :