Apakah Tuna Kalengan Baik

Tuna kalengan adalah bahan dalam banyak hidangan. Ini penuh dengan protein, murah, dan bisa bertahan selama bertahun-tahun di dapur Anda.

Meskipun ada manfaat ini, Anda dapat memikirkan apakah tuna kalengan benar-benar sehat dan seberapa aman untuk dimakan.

Artikel ini membahas kandungan nutrisi tuna kalengan serta kemungkinan kelebihan dan kekurangan penggunaannya.

Juan Moyano / Stocksy United

Diet tuna kalengan

Ada banyak jenis tuna. Secara keseluruhan, bagaimanapun, ini adalah sumber protein dan kalori rendah lemak.

Apakah tuna kalengan yang dibungkus dengan minyak atau air dapat mempengaruhi kandungan nutrisinya. Tuna kalengan yang dibungkus dengan minyak umumnya lebih tinggi kalori dan lemaknya daripada tuna kalengan yang dibungkus dengan air (1, 2 sumber).

Tabel di bawah ini membandingkan informasi nutrisi terpenting untuk 1 ons (sekitar 28 gram) dari tiga jenis tuna: segar, kalengan dalam minyak dan kalengan dalam air.

Secara keseluruhan, tuna kalengan umumnya lebih tinggi natrium daripada segar. Namun, jumlah kalori dan jumlah lemak total dan lemak jenuhnya bergantung pada apakah tuna dikemas dalam minyak atau air.

Kandungan makanan dapat bervariasi dari satu merek ke merek lain tergantung pada bagaimana tuna dikemas, jadi sebaiknya periksa labelnya.

Tuna kalengan yang dibungkus dengan air mungkin lebih tinggi kandungan docosahexaenoic acid (DHA) (4).

DHA adalah asam lemak omega-3 esensial untuk kesehatan otak dan mata (5, 6 sumber).

Selain itu, tuna segar dan kalengan merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin D, selenium, dan yodium.

Manfaat Tuna kalengan

Ada banyak manfaat makan tuna kalengan.

Sumber protein yang sangat murah.

Itu juga disimpan untuk waktu yang lama. Beberapa merek bisa bertahan di dapur selama 2 hingga 5 tahun.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, tuna kalengan adalah pilihan yang baik karena rendah kalori tapi tinggi protein.

Diet protein tinggi dikaitkan dengan manfaat penurunan berat badan, termasuk peningkatan rasa kenyang dan penurunan keinginan untuk ngemil (7, 8 sumber).

Meski rendah lemak, tuna masih merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik (Trusted Sources1, Trusted Sources2, 9 Sources).

Baca juga: