Anak Kecanduan Gadget, Orang Tua Wajib Tahu

Gadget adalahalat yang bisa mengakses internet yang praktis guna dibawa kemanapun. Gadget dan internet adalahsatu paket teknologi yang berkembang paling pesat. Hal ini ditandai dengan pemakai gadget dan internet nyaris ke semua pelosok bumi.

Para remaja dan orang dewasa dapat menggali informasi apapun dalam hitungan detik. Jika dulunya membaca kitab harus ke perpustakaan atau ke toko buku, tetapi di zaman sekarang kitab sudah dalam format digital yang bisa diakses memakai gadget.

Lalu, bagaimana dengan anak umur dini? Apakah mereka diizinkan menggunakan kemudahan teknologi ini? Pada kenyataannya, ketika ini persoalan yang dihadapi banyak sekali orang tua, bukan mengenai boleh atau tidaknya anak umur dini menggunakan kemudahan gadget dan internet ini, tetapi kurangnya pengetahuan Ayah dan Bunda mengenai penyebab anak kejangkitan gadget serta pemantauan terhadap anak dalam memakai internet.

Gadget dan internet ini sebenarnya mempunyai sifat netral. Ia dapat menguntungkan atau membahayakan, tergantung dari pribadi yang menggunakan. Dapat diibaratkan laksana pisau dapur, urusan yang menguntungkan saat pisau tersebut dipakai untuk mengupas apel, mengiris bawang, dan lain-lain. Namun, bakal merugikan andai pisau tersebut menciptakan orang beda terluka.

Ayah Bunda mesti tahu, ternyata anak umur dini belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk lho. Semua yang mereka lihat, andai menyenangkan maka ingin akan ditiru. Mereka belum dapat membedakan mana yang layak ditiru dan mana yang tidak. Hal ini disebabkan cara beranggapan anak umur dini belum sempurna layaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, penting untuk Ayah Bunda dan orang dewasa lainnya guna mengetahui, apa yang menjadi penyebab anak kejangkitan gadget? Penyebab utamanya ialah orang tua sendiri. Mengapa demikian? Ada 3 urusan yang dapat membalas pertanyaan tersebut, yaitu:

1. Orang tua mengabaikan akibat negatif dari gadget.
Kebanyakan orang tua belum memahami gadget dapat menciptakan anak kecanduan. Kecanduan berikut yang menjadi salah satu akibat negatif. Bahkan anak diserahkan gadget supaya anak tidak berlari-larian, tidak mengganggu Ayah bekerja atau tidak mengganggu Bunda memasak. Sehingga tidak ada pemantauan pada anak.

2. Orang tua yang tidak meluangkan waktu untuk anak.
Waktu yang  berkualitas sangat butuh dalam keluarga. Waktu berkumpul dapat dilaksanakan dengan makan bareng atau berkumpul di ruang family lalu membina obrolan yang seru, serta mengerjakan permainan yang menyenangkan untuk anak. Faktanya, tidak jarang terlihat suatu keluarga yang sedang berkumpul di satu ruangan atau di meja makan, tetapi tak terdapat obrolan apapun, melainkan konsentrasi ke gadget yang terdapat di tangan masing-masing. Jika orang tua hendak anaknya tidak kejangkitan gadget, maka orang tua konsentrasi menemani anak dan tidak menduakannya dengan gadget. Dalam urusan ini, anak melulu meniru apa yang dilaksanakan oleh orang tuanya.

3. Orang tua sibuk bekerja sehingga berdalih lelah.
Ayah Bunda yang senang bekerja, bukan menjadi dalil untuk tidak menyempatkan waktu bareng anak. Perhatian dan kasih sayang dari Ayah Bunda paling memengaruhi tumbuh kembang anak. Dan keperluan utama anak yang mesti diisi oleh orang tua ialah hak anak guna mendapatkan pendidikan. Pendidikan utama diperoleh di lokasi tinggal dan guru kesatu untuk anak ialah Ayah dan Bundanya sendiri.

Jadi, Ayah Bunda sudah memahami penyebab anak kejangkitan gadget kan? Jika tidak hendak buah hati Ayah Bunda kejangkitan gadget, tidak boleh melakukan ketiga urusan itu ya. Di samping itu, apakah ada penyelesaian lain yang bisa Ayah Bunda lakukan? Tentu, solusinya ialah membangun karakter Minat belajar anak semenjak usia dini. Ketika Minat belajar anak ditumbuhkan, maka gadget tidak lagi menjadi urusan yang negatif, tetapi untuk media belajar yang modern. Penggunaan gadget untuk anak umur dini tentu paling perlu perhatian dan pemantauan intens dari Ayah Bunda.

Baca Juga :