AKHLAK DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK PENDIDIKAN ISLAM

AKHLAK DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK PENDIDIKAN ISLAM

AKHLAK DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK PENDIDIKAN ISLAM

AKHLAK DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK PENDIDIKAN ISLAM

  1. Akhlak Peserta Didik

Yang dimaksud dengan akhlak peserta didik dalam uraian ini bukan hanya sekadar hal-hal yang berkaitan dengan ucapan, sikap, dan perbuatan yang harus ditampakkan oleh peserta didik dalam pergaulan disekolah dan diluar sekolah, melainkan berbagai ketentuan lainnya yang memungkinkan dapat mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Pengetahuan terhadap akhlak peserta didik ini bukan hanya perlu diketahui oleh setiap peserta didik dengan tujuan agar menerapkannya, melainkan juga perlu diketahui oleh setiap pendidik, dengan tujuan agar dapat mengarahkan dan membimbing para peserta didik untuk mengikuti ahklak tersebut.

Akhlak peserta didik itu ada yang berkaitan dengan akhlak terhadap Tuhan, dengan sesama manusia dan alam jagat raya. Akhlak peserta didik terhadap Tuhan antara lain berkaitan dengan kepatuhan dalam melaksanakan semua perintah-Nya dan menjahui larangan-Nya. Adapun akhlak peserta didik terhadap manusia, antara lain berkaitan dengan kepatuhan dalam melaksanakan semua perintah orang tua dan guru, mentaati peraturan pemerintah, menghargai dan menghormati kerabat, teman dan manusia pada umumnya, adat istiadat dan kebiasaan positif yang berlaku dimasyarakat.

Adapun akhlak peserta didik terhadap alam, antara lain, berkaitan dengan kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan alam dan lingkungan sosial, seperti peduli terhadap kebersihan, ketertiban, keindahan, keamanan, dan kenyamanan.

Selanjutnya Abd. Al-Amir Syams Al-Din, secara lebih sistematis mengemukakan pendapat Ibn Jama’ah tentang tiga hal yang berkaitan dengan akhlak yang harus dimiliki oleh peserta didik.

  1. Akhlak terhadap diri sendiri, diantaranya memelihara diri dari perbuatan dosa dan maksiat, memiliki niat dan motivasi yang ikhlas dan kuat dalam menuntut ilmu, bersikap sederhana dan menjauhkan diri dari pengaruh duniawi.
  2. Akhlak terhadap pendidik, yang antara lain mematuhi, memuliakan, menghormati, membantu, dan menerima segala keputusannya.
  3. Akhlak terhadap kegiatan belajar mengajar yang antara lain senantiasa memperdalam ilmu yang dipelajari dari guru, mempelajari ilmu secara bertahap serta berusaha mempraktikkannya.

Selanjutnya, dua belas kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap peserta didik. Kewajiban ini sebagai berikut:

1)      Membersihkan diri dari sifat-sifat tercela

2)      Memiliki niat yang mulia

3)      Meninggalkan kesibukan duniawi

4)      Menjalin hubungan yang harmonis dengan guru

5)      Menyenangkan hati guru

6)      Memualikan guru

7)      Menjaga rahasia guru

8)      Menunjukkan sikap sopan dan santun kepada guru

9)      Tekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar

10)  Memilih waktu belajar yang tepat

11)  Belajar sepanjang hayat

12)  Memelihara rasa persaudaraan dan persahabatan

Selanjutnya Burhan al-Din Al-Zarnuji mengemukakan pendapat Ali bin Abi Thalib tentang enam hal penting yang diperlu dilakukan oleh peserta didik melalui syairnya sebagai berikut:

“Ingatlah! Engkau tidak akan memperoleh ilmu, kecuali dengan enam syarat; akan aku menjelaskan keenam syarat itu pada mu, yaitu kecerdasan, motivasi yang kuat, kesabaran, modal, petunjuk guru, dan masa yang panjang”.

  1. Kode Etika Peserta Didik

Al-Ghazali menjelaskan etika anak didik terhadap pendidik ini secara terinci dalam kitabnya “ Bidayatul Hidayah”, yang meliputi 13 aturan, yaitu:

  1. Jika berkunjung kepada guru harus menghormati dan menyampaikan salam terlebih dahulu.
  2. Jangan banyak bicara dihadapan guru
  3. Jangan bicara jika tidak diajak bicara oleh guru
  4. Jangan bertanya jika belum minta izin lebih dahulu
  5. Jangan sekali-kali menegur ucapan guru, seperti; kata fulan demikian, tapi berbeda dengan tuan guru
  6. Jangan mengisyarati terhadap guru, yang dapat memberi perasaan khilaf dengan pendapat guru. Kalau demikian itu menganggap murid lebih besar daripadanya.
  7. Jangan berunding dengan temanmu ditempat duduknya, atau berbicara dengan guru sambil tertawa.
  8. Jika duduk dihadapan guru jangan menoleh-menoleh tapi duduk lah dengan menundukkan kepala dan tawadhu’ sebagaimana ketika melakukan sholat.
  9. Jangan banyak bertanya ketika guru kelihatan bosan atau kurang enak.
  10. Sewaktu guru berdiri, murid harus berdiri sambil memberi penghormatan terhadap guru.
  11. Sewaktu guru sedang berdiri dan sudah akan pergi, jangan sampai dihentikan cuman perlu bertanya.
  12. Jangan sekali-kali bertanya sesuatu kepada guru ditengah jalan, tapi sabarlah nanti ketika sampai kerumah.
  13. Jangan sekali-kali su’dlon (berprefensi, beranggapan buku) terhadap guru megenai tindakannya yang kelihatannya mungkar atau tidak diridhai oleh Allah SWT menutut pandangan murid. Sebab guru lebih mengerti rahasia-rahasia yang terkandung dalam tindakan itu.

Berdasarkan paparan tersebut diatas, bahwa selain mengetahui kondisi peserta didik tersebut, juga perlu memperhatikan tentang akhlak dan kode etik peserta didik yang dilakukan oleh pendidik. Akhlak mulia iti yang terikat dengan dirinya sendiri, dengan Tuhan, dengan guru, dengan sesama teman, dengan lingkungan, ilmu yang dipelajari dan sebagainya.


Baca Juga :