The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family

The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family.
The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family.

The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family

The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family.
The Germanic Legal Family dan The Anglo American Legal Family.

The Romanistic Legal Family

Orang-orang Romawi kuno adalah perancang hukum yang sangat hebat. Tradisi mereka di Eropa tidak pernah hilang walaupun orang-orang barbar menguasai warisan Kekaisaran Romawi. Pada abad pertengahan, hukum Romawi dalam bentuk klasiknya digali kembali dan bangkit lagi, bahkan saat ini hampir seluruh kitab undang-undang di Eropa mencerminkan pengaruh hukum Romawi dan kebangkitan abad pertengahannya. Eropa Barat (Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, Portugal, Belanda, Luxemburg dan Belgia) antara lain jelas negara penganut The Romanistic Legal Family (Civil Law). Melalui Spanyol dan Portugal, Civil Law menuju ke Amerika Latin. Perancis membawa Civil Law-nya ke negara jajahannya di Afrika. Di Kanada Civil Law menguasai Propinsi Quebec yang berbahasa Perancis.

 

Civil Law secara kuat mewarnai pula sistem hukum dari 2 lokasi jauh

yang sulit diduga yaitu Skotlandia dan Louisiana (Amerika Serikat). Civil law akhir-akhir ini juga memainkan peranan utama di negara seperti Jepang dan Turki yang bukan anggota sistem hukum manapun, tetapi telah meminjam bagian-bagian Civil Law dengan harapan agar cepat menjadi modern.
Civil Law system umumnya adalah sistem hukum yang dikodifikasi: hukum dasar dituangkan dalam kitab undang-undang (codes).

Kitab undang-undang ini adalah undang-undang (statutes) atau lebih merupakan undang-undang tertinggi (superstatutes) yang disahkan oleh parlemen nasional yang menyusun seluruh bidang hukum secara berurutan, logis dan komprehensif. Secara historis, kitab undang-undang yang paling menonjol adalah Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Civil Code) Perancis yang disebut Kitab Undang-undang Napoleon (Napoleon Code) yang lahir pada tahun 1804. Kitab undang-undang ini sangat berpengaruh terhadap bentuk dan substansi kitab undang-undang negara-negara lain yang disusun kemudian, antara lain Kitab Undang-undang Hukum Perdata Jerman yang disusun pada akhir abad ke 19.

 

Civil law Perancis Tahun 1804 merupakan

suatu prototipe dari keseluruhan keluarga-keluarga hukum romawi (The Romanistic Legal Family). Civil Law lahir dalam suasana Revolusi Perancis, sebuah revolusi dengan tradisi liberal yang memperjuangkan penghapusan hak-hak feodal, pelarangan sistem perbudakaan, dan pembebanan pajak yang sama bagi semua kelas sosial. Revolusi ini terkenal dengan jargonnya yang mendengung-dengungkan kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan (liberté, égalité dan fraternité).

Civil Law 1804 telah mengakomodasikan semangat hukum alam dalam pengaturan penjaminan kebebasan pribadi untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekonomi, kebebasan pribadi dalam kepemilikan harta benda, hubungan keluarga, warisan dan kebebasan berkontrak. Asas kebebasan berkontrak sangat mendominasi Civil Law 1804 ini. Selanjutnya ia menyerap pula secara hati-hati aturan-aturan tradisional masyarakat selatan perancis (droit écrit) yang dipengaruhi aturan tradisional masyarakat romawi dan aturan-aturan tradisional masyarakat utara perancis (droit coutimier) yang dipengaruhi hukum adat Jerman-Frankish.

 

Civil Law 1804 antara lain mengatur bahwa jika seseorang telah melakukan suatu kesalahan

sekalipun hal tersebut disebabkan bukan karena suatu kesengajaan, tetapi karena kelalaian, maka orang tersebut tetap diwajibkan untuk memberikan ganti rugi. Ini berarti telah diakomodasikan kebebasan pada seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas keperdataan dan kebebasan keinginan seseorang untuk meminta pertanggungjawaban kepada orang lain sebagai akibat dari terganggunya hak-hak keperdataan yang dimilikinya.

Baca Juga :