Sudah Jadi Mahasiswa, Tinggalkan 5 Kebiasaan Saat SMA yang Bikin Rugi

Sudah Jadi Mahasiswa, Tinggalkan 5 Kebiasaan Saat SMA yang Bikin Rugi

Sudah Jadi Mahasiswa, Tinggalkan 5 Kebiasaan Saat SMA yang Bikin Rugi

Selamat berkunjung di dunia perkuliahan, para mahasiswa baru! Pasti sudah gak sabar kan tunggu kuliah langsung dimulai. Tenang, dosen dan kakak tingkat gak sesangar yang anda bayangkan kok.

Sudah Jadi Mahasiswa, Tinggalkan 5 Kebiasaan Saat SMA yang Bikin Rugi

Sambil buat persiapan diri, simak nih 5 kebiasaan semasa SMA yang mesti langsung anda tinggalkan setelah resmi berstatus mahasiswa. Yuk, cek satu per satu kebiasaan mana yang tetap menempel dalam dirimu.

1. Hanya belajar kala ada PR
Dari SD hingga SMA, hari-hari para siswa dibayangi tumpukan PR yang keluar setiap hari. Setiap guru mata pelajaran menambahkan PR, rela gak rela siswa mesti belajar malam harinya sembari mengerjakan.

Hal ini gak bakal anda temui di bangku kuliah. Tugas dari dosen umumnya punya jangka saat pengumpulan lebih lama. Di sini tantangannya, apakah anda bakal selamanya belajar tanpa adanya PR dan tugas yang mendesak?

2. Mengandalkan buku pelajaran/diktat sebagai satu-satunya sumber belajar
Semasa sekolah, berat tas ransel didominasi buku pelajaran tebal. Materi yang diajarkan guru bersumber dari sana, lengkap dengan soal-soal yang mesti siswa kerjakan. Alhasil, semua siswa terkait terhadap buku pelajaran sebagai satu-satunya sumber informasi.

Kamu gak sanggup menerapkan hal ini di bangku kuliah. Pengetahuan termasuk didapat dari jurnal ilmiah, penelitian langsung, atau diskusi dengan dosen dan kakak tingkat. Diktat kuliah hanyalah satu dari sekian banyak referensi yang sanggup anda memanfaatkan saat belajar.

3. Mengharapkan remedial untuk memperbaiki nilai ujian
Apa yang anda laksanakan jikalau paham nilai ujian tetap di bawah standar kelulusan? Semasa SMA kita sanggup menghendaki ujian kembali atau remedial. Biasanya guru-guru sebenarnya memberlakukan langkah ini, sehingga target kelulusan siswa tercapai.

Setelah resmi berstatus mahasiswa, hilangkan analisis ini. Kelulusanmu terhadap satu mata kuliah gak cuma dicermati dari nilai ujian. Ada jumlah kehadiran, tugas, keaktifan dalam diskusi dan parameter lain yang ditetapkan tiap-tiap dosen. https://www.ruangguru.co.id/

Bukan remedial ujian, jikalau nilaimu tidak cukup memuaskan maka kesempatan memperbaiki adalah dengan ulangi di semester berikutnya. Jadi paham kan apa yang buat masa kuliah tiap mahasiswa berbeda-beda? Semakin banyak mata kuliah yang mesti diulang, semakin lama saat yang dibutuhkan dan dana yang digelontorkan.