Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar

Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar
Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar

Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar

Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar
Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Seilai Rp1,7 Miliar

Bandung,- Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Jawa Barat berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster ke Vietnam, di Desa Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur senilai Rp1,7 miliar.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, Sebelum dikirim

ke luar negeri, rencananya ribuan benih lobster itu akan dibawa ke Kampung Binuwangun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, dengan menggunakan jalur darat.

Polda Jabar mengamankan Sekitar 44 lobster mutiara senilai Rp50 ribu yang akan dijual menjadi Rp200 ribu per ekornya. Selain itu, pihak kepolisian juga menyita 11.343 ekor bayi lobster dengan nilai per ekornya Rp 12 ribu yang akan dijual hingga Rp50 ribu per ekor.

“Dua orang diamankan, yakni Asep Beni Subarja(3  8) dan Ranto (16), warga Pandeglang, Banten, yang diduga menjadi orang suruhan pengepul dari benih lobster itu,”kata Agung kepada wartawan di Bandung, Jumat (9/3/2018)

Kapolda Jabar menyebutkan pengungkapan ini berdasarkan informasi nelayan

, yang mengetahui adanya penangkapan ilegal lobster. Hasil tangkapan itu diambil oleh seseorang yang tidak diketahui namanya, dan dibawa ke tempat penampungan milik seseorang.

Berbekal informasi di lapangan, petugas melihat sebuah mobil Honda Mobilio warna putih terparkir di gudang tersebut, dan ada dua orang memasukkan satu karung besar dan satu kardus besar ke dalam bagasi mobil, yang diduga benur atau bayi lobster. Kemudian, petugas mengejar mobil yang membawa benih lobster tersebut ke arah Banten.

“Saat dicek ke arah pantai selatan, ditemukan adanya base camp pengepul yang melakukan pengepakan di bibir pantai selatan Cianjur,” kata Agung.

Dua pelaku yang diamankan merupakan orang suruhan dari para pengepul

. Kedua orang ini meminta nelayan untuk menangkap lobster lalu ditangkap dengan bayaran tertentu. Benur hasil tangkapan nelayan diambil oleh pengepul di laut dengan cara berenang menggunakan pelampung, lalu dibawa ke dalam hutan lindung cagar alam Jayanti guna dilakukan pengepakan.

“Kita selalu lakukan sosialisasi kepada nelayan terkait pelarangan menangkap lobster, karena merupakan hewan budidaya, dan ini ada dalam undang-undang perikanan,” tandasnya.

Agung menegaskan kedua orang yang diamankan dijerat Pasal 88 jo. Pasal 16 ayat (1), Pasal 100 jo. Pasal 7 ayat (2) huruf m dan n Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Mereka terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,”pungkasnya

 

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702837/gelombang-elektromagnetik/