Penyebab dan Faktor Predisposisi

Penyebab dan Faktor Predisposisi
Penyebab dan Faktor Predisposisi

Penyebab dan Faktor Predisposisi

Penyebab dan Faktor Predisposisi
Penyebab dan Faktor Predisposisi

Penyebab maupun beberapa faktor predisposisi yang diduga sebagai penyebab terjadinya solusio plasenta adalah sebagai berikut:

Faktor kardio-reno-vaskuler

Glomerulonefritis kronik, hipertensi essensial (kronis), hipertensi gravidarum, sindroma preeklamsia dan eklamsia.

Trauma

  • Dekompresi uterus pada hidroamnion dan gemeli.
  • Tarikan pada tali pusat yang pendek akibat pergerakan janin, lilitan tali pusat, versi luar atau tindakan pertolongan persalinan
  • Trauma langsung, seperti jatuh, kena tendang, dan lain-lain.

Paritas ibu

Lebih banyak dijumpai pada multipara dari pada primipara. Hal ini diduga karena keadaan endometrium sudah kurang baik.

Usia ibu

Makin tua umur ibu, makin tinggi frekuensi hipertensi menahun.

Leiomioma uteri(uterine leiomyoma) yang hamil dapat menyebabkan terjadinya solusio plasenta apabila plasenta berimplantasi di atas bagian yang mengandung leiomioma.

Faktor pengunaan kokain
Penggunaan kokain mengakibatkan peninggian tekanan darah dan peningkatan pelepasan katekolamin yang bertanggung jawab atas terjadinya vasospasmepembuluh darah uterus dan berakibat terlepasnya plasenta. Namun, hipotesis ini belum terbukti secara definitif.

Merokok
Ibu yang perokok memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami solusio plasenta, bahkan bisa mencapai 25% pada ibu yang merokok ≤ 1 (satu) bungkus per hari. Hal ini disebabkan, pada ibu yang perokok plasenta menjadi tipis, diameter lebih luas dan terjadi beberapa abnormalitas pada mikrosirkulasinya.

Riwayat solusio plasenta sebelumnya
Ibu dengan riwayat solusio plasenta memiliki resiko berulangnya kejadian ini pada kehamilan berikutnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak memiliki riwayat solusio plasenta.

Pengaruh lain, sepertianemia, malnutrisi / defisiensi gizi, tekanan uterus pada vena cava inferior saat uterus makin membesar.

Diabetes pada kehamilan

Konsumsi alkohol, lebih dari 14 kali dalam 1 minggu, selama kehamilan.

Peningkatan distensi uterus (dapat terjadi padakehamilan kembar atau volume cairan amnion yang sangat banyak)

Ketuban pecah dini(selaput ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu).

Fibroid Uteri

Trombofilia

 

(Sumber: https://forums.laviaccounts.com/showthread.php?tid=88616&pid=237696)