Mengambangkan Potensi Disi Secara Holistik

upaya-mengembangkan-potensi-diri-secara-holistik
upaya-mengembangkan-potensi-diri-secara-holistik

Mengambangkan Potensi Disi Secara Holistik

upaya-mengembangkan-potensi-diri-secara-holistik
upaya-mengembangkan-potensi-diri-secara-holistik

 Dipaparkan pada Diskusi Ilmiah

Diselenggarakan oleh Pemdes dan OMK Heso Momang, di Desa Golo Wune, Poco Ranaka, Manggarai Timur

  1. PENGANTAR

Mengapa muncul ungkapan ‘Sarjana Tak Berguna’, atau ‘Percuma Sekolah Tinggi’?

Ungkapan seperti di atas, merupakan wujud kekesalan masyarakat (orang lain) terhadap tingkah laku seorang yang telah diketahui ‘terpelajar’ namun tingkah lakunya menyimpang dari norma dan aturan hukum yang ada. Mengapa hal ini terjadi?

 

Unesco, menekankan empat pilar pendidikan

Yang diringkas dalam semboyan “Learning to know, Learning to be, Learning to do, Learning to live together”. Empat pilar ini merupakan bagian dari ide dan upaya membentuk manusia yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga hebat dalam bersikap, menghayati/mengamalkan dan berbuat/bertindak sehingga membentuk masyarakat yang ilmiah, makin maju dengan kualitas hidup yang makin mumpuni.

 

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa hingga kini

Umumnya secara awam, belajar dianggap identik dengan kegiatan mempelajari materi suatu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Anggapan ini tidak salah, karena memang kegiatan belajar menyatu dengan kegiatan pendidikan/sekolah secara formal. Namun, yang harus kita sadari adalah: belajar bukan sekedar mengejar kepintaran di atas kertas, tidak sekedar pintar secara teoritis, tetapi belajar adalah upaya agar kualitas hidup makin baik.

Belajar harus dipahami sebagai upaya mengembangkan potensi diri secara utuh, agar terbentuk manusia yang berkualitas, mampu bersaing, dan mampu melakukan kegiatan bermutu di tengah masyarakat.

 

Pohon manakah yang terbaik?

Seorang anak (atau seorang manusia), harus dikembangkan secara berimbang antara penguasaan konsep IPTEK dengan relasi terhadap sesama dan kegiatan praktis di tengah masyarakat. Relasi terhadap sesama merupakan hal mutlak, sebab sebagai manusia, seorang terpelajar tidak bisa hidup menyendiri. ilmu, pengetahuan dan keterampilannya dianggap mubasir jika tidak ada orang lain yang mampu menilai kegunaan dan kontribusinya.

 

Dalam masyarakat, seharusnya belajar dipandang secara holistik/menyeluruh

Meliputi (1) upaya penguasaan ilmu pengetahuan, (2) upaya pembentukan karakter bajik, (3) upaya pembentukan sikap yang baik dan benar, (4) upaya pembentukan keterampilan/kecakapan hidup/kemampuan kerja, dan (5) mampu hidup bersama orang lain secara lebih modern. Dalam bahasa Inggris dikenal istilah “Learning to know, Learning to be, Learning to do, Learning to live together

 

BELAJAR: APA DAN BAGAIMANA MELAKUKANNYA?

APA ITU BELAJAR?

Agar tidak salah kaprah, penting mengetahui makna belajar.

  1. Secara harfiah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa

“Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman”

  1. James O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
  2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
  3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
  4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
  5. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya

Dari definisi secara harfiah dan pendapat beberapa ahli di atas, jelaslah bahwa belajar bukan hanya usaha menguasai muatan ilmu pengetahuan dalam suatu mata pelajaran atau mata kuliah. Belajar adalah usaha sadar dari seorang manusia agar memperoleh kecakapan hidup pada berbagai aspek. Aspek-aspek itu meliputi penguasaan IPTEKS, relasi/komunikasi, peningkatan keterampilan/kemampuan kerja, aspek religius, dan pembentukan karakter.

Baca Juga :