Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN

Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN
Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN

Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN

Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN
Lanjutkan Perkuliahan, Mahasiswa Korban Gempa Ditampung di 27 PTN

Dampak dari gempa dan tsunami Sulawesi Tengah pada Jumat petang (28/9) tidak hanya pada korban jiwa dan bangunan tempat tinggal, fasilitas pendidikan pun tak luput mengalami kerusakan. Universitas Tadulako (Untad) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu rusak berat.

Jawa Pos memantau kondisi dua kampus itu kemarin (5/10). Suasana kampus sangat lengang. Tidak ada aktivitas berarti.

Di kampus Untad, bangunan yang rusak berat terlihat di gedung dekanat FISIP, rektorat, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), program studi pendidikan anak usia dini (PAUD), fakultas hukum, serta auditorium.

Di gedung dekanat FISIP, bangunan tiga lantai itu ambles. Hanya tersisa dua lantai

. Di bagian dalam ruangan, puing-puing berserakan dari plafon yang jebol. Kondisi serupa terlihat di gedung auditorium. Fasad bangunan jebol dengan bongkahan bata berserakan.

Suasana kampus sepi. Aktivitas hanya berasal dari pengungsi korban gempa yang menggelar tenda di area kampus. Mahasiswa juga membuka posko layanan gempa dengan membangun tenda.

Rusaknya bangunan kampus dan tertundanya perkuliahan untuk sementara membuat kecewa salah seorang mahasiswa Untad Faryan Septiaji. Maklum, dia sudah semester VII. Waktunya mengerjakan skripsi agar bisa segera lulus. “Sebenarnya, sudah punya target lulus tahun depan,” jelas mahasiswa ilmu komunikasi itu.

Saat ditanya soal program sit in ke kampus lain untuk melanjutkan studi, Faryan mengaku sudah memilih Universitas Hasanuddin, Makassar. Keputusan itu diambil berdasar usulan kampus yang menempatkannya di Unhas.

Kerusakan lebih berat dialami IAIN Palu. Maklum saja, kampus di Jalan Diponegoro

itu cukup dekat dengan bibir Pantai Talise. Jaraknya hanya 20 meter.

IAIN memiliki total 14 gedung dan 4 fakultas. Dari jumlah bangunan itu, beberapa di antaranya rusak berat. Salah satunya gedung rektorat yang tergenang air hingga 7 meter. Bahkan, gedung jurnal dan UKM serta IT hilang ditelan tsunami.

Kemenristekdikti mendata bahwa saat ini ada 37 unit perguruan tinggi di Sulteng

dengan total mahasiswa 61.827 orang. “Kemenristekdikti tengah mengumpulkan data mengenai dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan di perguruan tinggi yang jadi korban bencana,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir.

Nasir mengatakan, jajaran rektor PTN berinisiatif melakukan program sit-in untuk mahasiswa dari Untad. Melalui program itu, mahasiswa Untad diperkenankan untuk kuliah di kampus-kampus lain yang siap membantu. Contohnya, Universitas Hasanuddin. Di kampus itu, sudah lebih dari 400 mahasiswa dari Untad yang mendaftar untuk mengikuti program sit-in.

Kemenristekdikti berharap, melalui program sit-in tersebut, proses perkuliahan mahasiswa Untad tidak terputus. Aturan teknis yang terkait dengan perkuliahan sit-in itu diatur kampus masing-masing. Saat ini sudah ada 27 PTN yang siap menerima mahasiswa afirmasi kebencanaan.

 

Sumber :

https://weareglory.com/jenis-paragraf/