KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

Table of Contents

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
Pendahuluan
Pendidikan adalah upaya manusia untuk “memanusiakan manusia”. Manusia pada hakekatnya adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi di bandingkan dengan makhluk lainnya di sebabkan memiliki kemampuan berbahasa dan akal fikiran/rasio, sehingga manusia mampu megembangkan dirinya sebagai manusia yang berbudaya. Dan kemampuan untuk mengembangkan dirinya adalah dengan melalui intraksi dengan lingkungannya. Lebih jauh daripada itu pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan/potensi individu sehingga bisa hidup optimal baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
Salah satu faktor yang sangat menunjang dalam proses pendidikan dan pengajaran adalah kurikulum, karena kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan arah, isi, peroses pendidikan dan tujuan pendidikan pada semua jenis dan tingkat pendidikan.

Tujuan pendidikan di suatu Bangsa atau Negara di tentukan oleh falsafah dan pandangan hidup Bangsa atau Negara tersebut. Berbedanya falsafah atau pandangan hidup suatu Bangsa atau Negara menyebabkan berbeda pula tujuan yang hendak di capai dalam pendidikan tersebut dan sekaligus akan berpengaruh pula terhadap kurikulum. Begitu pula dengan perubahan politik pemerintahan suatu Negara mempengaruhi pula bidang pendidikan, oleh sebab itu kurikulum senantiasa bersifat dinamis guna lebih menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang terjadi .

Setiap pendidik harus memahami setiap perkembangan ataupun perubahan kurikulum , karena merupakan suatu formulasi pedagogis yang paling penting dalam konteks pendidikan, dalam kurikulum akan tergambar bagaimana usaha yang dilakukan dalam membantu siswa dalam mengembangkan potensinya, berupa fisik, intelektual, emosional dan sosial keagamaan.
Begitu pentingnya memahami dan menguasai kurikulum bagi seorang pendidik agar dapat meyajikannya dalam bentuk pengalaman yang bermakna bagi siswa, lebih jauh dari itu agar tercapai tujuan yang di harapkan. Oleh sebab itu dalam kaitannya dengan ini S. Nasution mengatakan pada hakekatnya setiap kurikulum formal yang di keluarkan oleh Pemerintah hanya dapat di realisasikan berkat usaha guru dan karena itulah kurikulum seperti yang di wujudkan dalam kelas tak dapat tiada selalu mengandung unsur keperibadian guru .


Dengan memahami kurikulum para pendidik dapat memilih dan menentukan tujuan pembelajaran, metode, tehnik, media pengajaran dan alat evaluasi pegajaran yang tepat. Untuk itu dalam melakukan kajian terhadap keberhasilan sistim pendidikan ditentukan oleh tujuan yang realistis, dapat diterima oleh semua pihak, sarana dan organisasi yang baik, intensitas pekerjaan yang realistis tinggi dan kurikulum yang tepat guna. Oleh karena itu sudah sewajarnya para pendidik dan tenaga kependidikan bidang pendidikan Islam memahami kurikulum serta berusaha untuk mengembangkannya. Memang menarik untuk di bicarakan karena kurikulum sering mengalami suatu pergeseran maupun perubahan sesuai dengan tuntutan dan tujuan pendidikan yang akan di capai, maka dalam makalah ini akan di bahas lebih jauh tentang kurikulum pendidikan Islam.

B. Kurikulum Pendidikan Islam
1. Pengertian kurikulum
Dalam masalah ini dapatlah kita katakan bahwa pendidikan Islam sepanjang masa kegemilangannya memandang kepada kurikulum pendidikan sebagai alat untuk mendidik generasi dengan baik dan menolong mereka untuk membuka dan mengembangkan kesediaan-kesediaan, bakat-bakat, kekuatan-kekuatan, dan keterampilan mereka dengan baik untuk menjalankan hak-hak dan kewajiban, memikul tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan turut serta aktif untuk kemajuan bangsa dan negaranya. Dari pernyataan ini, secara etimologi kurikulum berasal dari bahasa yunani yaitu, curir yang artinya pelari dan curare berarti tempat berpacu . Jadi istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman romawi kuno di yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai garis finis.
Dalam bahasa arab kata kurikulum agaknya dapat diterjemahkan dengan istilah “manhaj” yang berarti jalan yang terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupannya . Istilah ini nampaknya lebih luas bila di bandingkan dengan kurikulum tersebut diatas. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum yaitu sebagai perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum di sekolah makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum karena adanya petunjuk perkembangan, penggunaan, dan evaluasi kurikulum .

 


Pengertian kurikulum banyak dikemukkan oleh para ahli diantaranya pendapat Kamil dan Sarhan menekankan pada sejumlah pengalaman pendidikan, budaya, sosial, olehraga, dan seni yang di sediakan oleh sekolah bagi para peserta ddiknya didalam dan luar sekolah dengan maksud mendorong mereka untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan . Sedangkan Hasan Langgulung mengatakan kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olahraga, dan kesenian yang di sediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam dan luar sekolah dengan maksud untuk menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tinkah lau mereka sesuai dengan tujuan pendidikan .

Demikian pula definisi yang di kemukan oleh Sisdiknas No 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah “Seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman peyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”

Mengikuti konsep-konsep yang luas dan menyeluruh yang merupakan puncak dari kurikulum pada zaman modern ini , maka kurikulum itu mempunyai empat unsur atau aspek utama yaitu, tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh kurikulum itu sendiri, pengetahuan-pengetahuan, maklumat-maklumat, data-data, kegiatan-kegiatan, metode dan cara mengajar dan bimbingan yang diikuti oleh murid-murid untuk mendorong mereka belajar dan membawa mereka kearah yang dikehendaki dan tujuan yang telah direncanakan dan cara penilaian yang di gunakan untuk mengukur dan menilai kurikulum dan hasil peroses pendidikan keseluhannya dan menentukan sampai dimana kejayaan maksud yang telah di rencanakan bagi kurikulum dan bagi peroses pendidikan keseluruhannya .

Dari sudut pandang yang lain pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum bahwa kurikulum di nyatakan sebagai “subject matter”, atau bahkan “transfer of culture” . Khusus yang mengatakan kurikulum sebagai transfer of culture adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang di namakan perenialisme . Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan esensialisme dalam hal intelektualitas. Seperti yang di katakan oleh Tanner dan Tanner kedua pandangan filosofi itu berpendapat bahwa tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektulitas .


2. Komponen Kurikulum
Mengingat bahwa fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, bahwa hal ini berarti bahwa sebagai alat, kurikulum memiliki bagian-bagian penting dan penunjang yang dapat medukung operasinya dengan baik. Bagian-bagian ini disebut komponen yang saling berkaitan, berintraksi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu kurikulum pendidikan Islam haruslah bersifat fungsional yang tujuannnya mengeluarkan dan membentuk manusia muslim yang kenal agama dan Tuhannya, berakhlak mulia al-Qur’an, tetapi juga mengeluarkan manusia mengenal kehidupan, sanggup menikmati kehidupan yang mulia dalam masyarakat bebas dan mulia, sanggup memberi dan membina masyarakat itu dan mendorong mengembangkan kehidupan melalui pekerjaan tertentu yang di kuasainya .

Lebih lanjut menurut Hasan Langgulung sebagaimana di kutip oleh Ramayulis bahwa ada 4 komponen utama kurikulum yaitu:

 

a. Tujuan-tujuan yang ingin di capai oleh pendidikan itu. Dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana yang ingin kita bentuk dalam kurikulum itu.
b. Pengetahuan, informasi-informasi data-data, akitivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum itu. Bagian inilah yang di sebut dengan mata pelajaran.
c. Metode dan cara-cara mengajar yang di pakai oleh guru-guru untuk mengajar dan memotivasi murid untuk membawa mereka kearah yang di kehendaki oleh kurikulum.
d. Metode dan cara penilaian yang di pergunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum dan hasil peroses pendidikan yang di rencanakan kurikulum itu .

Kemudian selanjutnya Ramayulis menyatakan bahwa komponen kurikulum itu terdiri dari; Tujuan, Isi kurikulum, Media dan strategi . Tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Ahmad Tafsir, kurikulum adalah alat atau jalan untuk mencapai tujuan hidup anak-anak kita dan juga menjadi tujuan hidup kita, oleh sebab itu beliau menyatakan bahwa suatu kurikulum mengandung atau terdiri atas komponen-komponen yaitu; tujuan, isi, metode atau proses belajar mengajar, evaluasi .
Setiap komponen tersebut diatas saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain, karena masing-masing merupakan bagian integral dari kurikulum yang saling mendukung. Apabila semua komponen-komponen diatas kurang saling mendukung atau memiliki peran yang oftimal didalam proses belajar mengajar maka kurikulum tersebut tidak akan berjalan secara epektif dan efesien.


Baca Juga :