Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua

Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua
Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua

Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua

Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua
Indonesia dan Jepang Sepakati Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Papua

Repatriasi Kerangka Tentara Jepang di Provinsi Papua dan Papua Barat

. Kerja sama tersebut meliputi proses pencarian, pengumpulan kerangka dan identifikasi kerangka, kemudian kerangka dibakar sehingga menghasilkan abu untuk dibawa pemerintah Jepang ke Negeri Sakura itu.

Melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang telah melaksanakan serangkaian perundingan untuk membahas naskah kerja sama dan POS yang bertajuk “Excavation, Collection, and Repatriation of the Remain of the Japanese Soldiers who Died on the Second World War in the Province of Papua and the Province West Papua, Indonesia”. Penandatanganan naskah kerja sama tentang repatriasi tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishi di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), repatriasi berarti pemulangan kembali orang ke tanah airnya (ke negeri asalnya).
Hilmar mengatakan, penandatanganan ini merupakan momen penting bagi sejarah Jepang. Dia juga berharap akan ada kerja sama budaya lain ke depan. Hal tersebut pun diakui Masafumi Ishi. “Ini kesepakatan yang sangat penting bagi kami. Sangat penting bagi Jepang untuk mendapatkan kembali sisa tentara Jepang. Masih banyak orang yang menanti sisa jenazah tentara kami selama perang,” tutur Ishi.

Sepanjang sejarah Perang Dunia II, Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi saksi bisu

pertarungan para tentara Amerika Serikat dan Jepang pada tahun 1939-1945. Jepang memang pernah menorehkan sejarah di wilayah ujung timur Indonesia itu. Ribuan tentara Jepang pernah berjibaku dengan tentara sekutu pimpinan Amerika di wilayah Papua semasa Perang Dunia II.

Salah satu saksi bisu gugurnya tentara Jepang di Papua adalah sebuah goa yang disebut Goa Jepang. Saat menduduki Indonesia, Jepang memanfaatkan goa-goa alam di wilayah Biak sebagai tempat persembunyian, perlindungan, dan tempat penyimpanan senjata. Goa Jepang merupakan tempat pertahanan yang sangat kuat dan sulit sekali ditembus tentara sekutu. Untuk melumpuhkan goa, pasukan sekutu di bawah pimpinan Jenderal McArthur menjatuhkan drum-drum bahan bakar yang ditembaki dari udara. Tak kurang dari 3.000 tentara Jepang tewas terkubur dalam goa.

Kerangka-kerangka eks tentara Jepang tersebut kemudian berusaha dikembalkan

ke keluarga dan pemerintah Jepang. Selain di Biak, kerangka-kerangka serdadu Negeri Matahari Terbit itu tersebar di beberapa daerah, seperti di Sarmi dan Jayapura. Pengembalian kerangka ini murni mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/contoh-teks-eksplanasi-bahaya-rokok