Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti

Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti
Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti

Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti

Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti
Dorong PTNU Terapkan Kuliah Online, Begini Strategi Menristekdikti

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti)

berupaya mengimplementasikan pembelajaran sistem daring atau online di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Hal itu dilakukan demi mengejar ketinggalan untuk mencapai revolusi industri 4.0.

“Kita harus bergerak bagaimana kita menghadapi revolusi industri 4.0 sistem yang berbasis pada teknologi. PTNU perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama masih jauh dari itu,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat membuka seminar nasional dan lokakarya di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Bukan hanya PTNU, dia menyebut, seluruh perguruan tinggi Indonesia

pun masih ketinggalan dalam menyikapi revolusi industri tersebut. Seharusnya, situasi itu dapat memacu perkembangan, baik sistem pembelajaran maupun mata pelajaran.

“Perguruan tinggi Indonesia di dalam menyikapi revolusi industri ini masih ketinggalan. Kita kan era digital, kita harus menjadi digital, mungkin program studi ke depan harus menuju kepada kebutuhan perkembangan zaman ini,” tegas dia.

Menurutnya, program studi bidang digital, yakni e-commerce

atau yang dikenal dengan digital ekonomi, dan logistik manajemen cukup penting.

Oleh karena itu, PTNU membuka kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) yang sudah berpengalaman menerapkan sistem e-learning per mata kuliah, program studi, fakultas, hingga universitas. Namun, PTNU tidak perlu terburu-buru lantaran saat ini ada sistem blended (campuran) untuk melakukannya.

“PTNU sekarang ini kan yang terjadi face-to-face (kuliah tatap muka), harus kita menuju kepada online ini. Bisa kita mem-blended katakan 75 persen online, 25 persen face-to-face atau 50 online, 50 face-to-face,” jelas Nasir.

Secepatnya, PTNU akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online tersebut. “Ke depan mereka harus belajar bagaimana online full. Ini akan terjadi,” pungkasnya.

 

Baca Juga :