6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf

6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf
6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf

6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf

6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf
6,2 Juta Masyarakat Indonesia Masih Buta Huruf

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan sebanyak 6,2 juta

masyarakat Indonesia masih menyandang buta huruf atau aksara. Mereka umumnya perempuan dan berada di daerah padat penduduk.

Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono pun angkat bicara. Menurut Ani, perlu ada kerja sama antara pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dengan berbagai lembaga pendidikan non formal seperti rumah pintar.

“Melalui rumah pintar ini kita bisa ikut memberantas buta aksara. Karena di sana ada bukunya, ada tutornya, sehingga mereka yang buta aksara bisa belajar di sana, bisa membaca, akhirnya bisa melek aksara,” ujarnya saat membuka Musyawarah Nasional Paguyuban Pengelola Rumah Pintar Nasional di Jakarta, Kamis (03/9/2015).

Dengan kerja sama tersebut, diharapkan buta aksara bisa diberantas. Termasuk juga menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam bidang ekonomi.

“Mudah-mudahan kita bisa bekerjasama (dengan Kemendikbud),

memberantas buta aksara. Adanya rumah pintar ini, mudah-mudahan bukan hanya berantas buta aksara, menghitung, menulis, tetapi juga usaha mandirinya,” jelasnya.

Ketua Umum Paguyuban Pengelola Rumah Pintar Nasional Okke Hatta Rajasa mengaku, akan memperluas dan mengembangkan Rumah Pintar di daerah-daerah yang angka kemiskinannya cukup tinggi. “Biasanya Diknas akan kasih informasi daerah yang buta aksara tinggi, faktor pendidikan jadi salah satu penyebab yang kemiskinan di daerah tersebut,” ujarnya.

Pihaknya, berharap semua pihak yang peduli terhadap permasalahan ini untuk bekerja sama mengentaskan buta huruf dan membantu menciptakan kemandirian masyarakat. “Untuk pemasaran hasil masyarakat, kami sudah bekerjasama dengan koperasi sejahtera untuk permodalan dan juga pengemnbangan bisnis dari Rumah Pintar,” katanya.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindiktara)

Kemendikbud Erman Syamsudin, mengapresiasi keberadaan Rumah Pintar karena turut membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945 dan mengatasi persoalan buta huruf.

Berdasarkan data yang dimiliki, penyandang buta huruf di Indonesia tersebar di 27 Kabupaten dengan penduduk yang cukup padat seperti, Jember Jawa Timur, Madura, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Karawang, Jawa Barat. Erman mengakui, saat ini ada penurunan sekitar 3% jumlah penyandang buta huruf bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebanyakan mereka usia-usia di atas 40 tahun, sasaran inilah yang harus kita atasi. Bukan hanya membuat mereka bisa membaca dan menulis saja tapi juga memfungsionalkan kemampuannya sehingga produktif, ” ujarnya.

 

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/struktur-dan-jaringan-tumbuhan/